Pemkot Depok Dijahili Dapat Panggilan Darurat dan Bersiap Membuat Payung Hukum Untuk Pelapor Fiktif

Pemkot Depok tengah menggodok payung hukum untuk menindak aksi prank atau perbuatan jahil berupa panggilan darurat fiktif.

Pemkot Depok Dijahili Dapat Panggilan Darurat dan Bersiap Membuat Payung Hukum Untuk Pelapor Fiktif
Dokumentasi Garena Indonesia
Aksi Baim Wong sebagai tentara untuk menumpas serangan para zombie di car free day di fX Entertainment Plaza, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (24/11/2019). Aksi prank Baim Wong itu untuk mengenalkan Zombie Mode untuk game Call of Duty Mobile produksi Garena Indonesia. 

Pemkot Depok menggodok payung hukum untuk menindak aksi prank atau perbuatan jahil berupa panggilan darurat fiktif.

Bukannya dimanfaatkan dengan baik, layanan darurat di nomor 112 justru dijadikan beberapa orang lain untuk bahan becandaan atau bahasa gaulnya sekarang ini Prank.

Selama 2019 ini, Pemerintah Kota Depok mendapatkan prank telepon atau panggilan iseng mencapai 6.781 panggilan

Kepala Diskominfo Depok, Sidiq Mulyono mengatakan, sepanjang 2019 pihaknya telah menerima sebanyak 281.934 aduan darurat di nomor 112, dari angka tersebut, sebanyak 275.153 aduan ditangani pihaknya.

"Ini (prank call) kita belum memiliki payung hukum, kalau di luar negeri ini langsung terjerat hukum. Terkait itu kami imbau, inikan layanan 112 layanan merupakan layanan darurat untuk masyrakat maka bijaklah menggunakanya,” kata Sidik pada wartawan, Senin (23/12/2019).

Sidiq menegaskan, kedepan hal itu akan menjadi bahan evaluasi serius.

Dirinya mengimbau agar masyarakat bijak dan jangan menyalahgunakan layanan Pemerintah Depok itu untuk main-main.

“Nah ini kita kedepannya kita akan membuat payung hukum agar apa bila ada yang melapor harus bertanggungjawab. Kalau anak-anak nanti yang bertanggungjawab orangtuanya," paparnya.

Sidiq mengungkapkan, adapun layanan 112 dari sisi kegawat daruratan yang telah tertangani adalah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT sebanyak tiga laporan, kriminalitas tiga laporan, kebakaran 30 laporan, kesehatan lima laporan, kerusuhan 13 laporan, kecelakaan 32 laporan, trantium 56 aduan .

“Dan aduan lainnya itu 34 laporan. Ini kan kita sampaikan ke masing-masing instansi terkait dan itu semua direspon," katanya.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved