Jokowi Kecewa Soal Impor Gas, Fahri Hamzah : Ada Orang Kuat yang Lebih Kuat dari Presiden

Keluhan Presiden Joko Widodo yang menyinggung praktik impor gas dikomentari Fahri Hamzah. Fahri Menilai ada sosok kuat melebihi Presiden RI

Jokowi Kecewa Soal Impor Gas, Fahri Hamzah : Ada Orang Kuat yang Lebih Kuat dari Presiden
BIRO PERS SATPRES
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat bertemu pimpinan DPR di Istana Kepresidenan, Senin (23/9/2019). 

"Pernyataan presiden soal kelambanan2 dan kenapa berulang2 suatu perkara harusnya menjadi debat besar di tengah masyarakat Dan khususnya para pembantu terdekatnya. Tapi, omelan presiden dianggap angin lalu. Atau tunjuk hidung masa lalu sebagai biang masalah. Masa lalunya siapa?," tanyanya.

Belum Sebulan, Ahok Dapat Jabatan Baru di Pertamina, Ini yang Ditugaskan Presiden Jokowi untuk Ahok

Kesalahan yang terus berulang ditegaskan Fahri Hamzah menjadi bukti pemerintah hanya melakukan uji coba dalam menyelesaikan suatu masalah.

Imbasnya, rakyat ditegaskan Fahri Hamzah yang kembali menjadi korban.

"Nasib kita sebagai rakyat tak banyak pilihan. Kita harus menerima fakta bahwa unsur trial and error dalam pemerintahan juga terjadi. Pemberantasan korupsi coba2 dan tidak selesai2...demikian pula yang lain, khususnya kesejahteraan kita yang tertunda, keadilan yang tak juga tiba," jelas Fahri Hamzah.

"Di negara ini aman untuk mengatakan, 'saya tidak menyalahkan'. Padahal ada yang salah dong. Masak presiden setelah 5 tahun instruksinya gak jalan2 dianggap biasa2 saja. Masak presiden komplain dan tak satupun nampak pejabat tergopoh-gopoh? Bagaimana dengan keluhan rakyat?," tutupnya.

Tidak Kunjung Berdiri

Jokowi mengaku geram pembangunan kilang minyak yang sudah diwacanakannya sejak 2014 atau awal periode pertamanya tak juga kunjung selesai.

Dalam beberapa kesempatan, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuding ada mafia migas yang menghambat pembangunan kilang di Indonesia.

Jokowi menyebut ada pihak-pihak yang hobi impor migas dan mengeruk untung besar.

Tingginya impor membelit keuangan negara yang membuat defisit neraca perdagangan migas.

Halaman
1234
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved