IPW Nilai Bantahan Istana Soal Jokowi Bangun Geng Solo di Tubuh Polri, Tak Sesuai Kenyataan

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, menyayangkan bantahan Istana soal Jokowi membangun 'Geng Solo' di tubuh Polri.

Kolase Tribunnews, Kompas.com, dan Inews
Para jendral mantan Kapolresta Solo, Listyo Sigit, Nana Sujana, dan Ahmad Lutfi. 

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, menyayangkan bantahan Istana soal Jokowi membangun 'Geng Solo' di tubuh Polri.

"Bantahan itu tidak sesuai kenyataan. Seharusnya Istana introspeksi karena upaya membangun 'Geng Solo' itu sudah merusak sistem karir di Polri dan membuat frustrasi di internal kepolisian," kata Neta, Selasa (24/12/2019).

Neta melihat saat ini ada keresahan di kalangan perwira Polri.

Mereka merasakan slogan Promoter bukan lagi berarti Profesional, Modern dan Terpercaya.

Tapi sudah menjadi Promosi Orang Orang Tertentu, yang dekat dengan kekuasaan.

 Curhat Pramugari Sisi Asih Korban Selir Eks Dirut Garuda: Aku Cuma Ingin Menyelamatkan Profesiku

 Menikah 30 Tahun Punya Anak dan Cucu, Baru Tahu Kalau Mereka Saudara Kandung

 Hari Ini Pemenang Desain Ibu Kota Baru Diumumkan, Hadiah Juara Pertama Rp 2 Miliar

 Penemuan Kerangka Manusia dalam Septic Tank di Bantul, Ada Kaitan dengan Hilangnya Seorang Warga?

Memang, kata Neta, dalam menentukan posisi di Polri, sah sah saja Jokowi memilih kolega-koleganya yang dulu berdinas di Solo.

Sebab, itu bagian dari privilese seorang Panglima Tertinggi. Cara seperti ini tentunya merupakan berkah tersendiri bagi perwira yang pernah bertugas di Solo.

"Namun hendaknya dalam menggunakan privilise itu, Jokowi tidak merusak tatanan, hirarki, dan sistem karir yang sudah dibangun Polri sejak lama," papar Neta.

Lihat saja mantan Kapolresta Solo yang karirnya sangat moncer.

 KISAH Mempelai Pria Ikuti Nikah Massal Malah Sibuk Gendong dan Urus Anak, Ini yang Terjadi

Kapolda NTB Irjen Nana Sudjana lulusan Akpol 1988B yang lompat menjadi Kapolda Metro Jaya.

"Inilah pertama kali dalam sejarah Polri ada Kapolda dari luar Jawa yang langsung menjadi Kapolda Metro Jaya," katanya.

M Iriawan saja, kata Neta, dari NTB ke Jabar dulu dan ke Propam, baru kemudian menjadi Kapolda Metro Jaya.

Lalu Listyo Sigit Prabowo. Lulusan Akpol 1991 itu kini menjabat Kabareskrim Polri dengan pangkat Komjen.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved