Survei Kemenag

FKUB DKI Jakarta Merasa Terganggu dengan Survei Kemenag Soal Kerukunan Beragama Tidak Sesuai Fakta

Soalnya, pekerjaan Kantor Kemenag di tingkat provinsi/kota/kabupaten disamakan dengan KUB.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Joko Supriyanto
Ilustrasi. Umat Hindu dari Pura Wira Satya Bhuana, Petojo, Jakarta Pusat, mengarak ogoh-ogoh, Rabu (6/3/2019). Pawai ogoh-ogoh ini sebagai bentuk pengusiran aura jahat sebelum melakukan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Kamis (7/3/2019). 

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta merasa terusik dengan data survei mengenai Kerukunan Umat Beragama (KUB) dari Kementerian Agama (Kemenag), beberapa waktu lalu.

Soalnya, DKI memperoleh peringkat ke-27 dari 34 provinsi dengan nilai 71,3 se-nasional, padahal suasana keagamaan di DKI Jakarta berjalan kondusif selama 2019.

Hal itu diungkapkan oleh Anggota FKUB DKI Jakarta, Ida Pedanda Gde Panji Sogata, saat jumpa pers di kantornya pada Senin (23/12/2019).

“Kami merasa terganggu, karena seolah-olah kami tidak bekerja sebagai lembaga,” kata Gde di Gedung Graha Mental Spiritual, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Senin (23/12/2019).

Menurut dia, FKUB DKI seharusnya menempati peringkat 1 di Indonesia karena memiliki Sekolah Agama dan Bina Damai (SABDA).

Karena itu, dia menyayangkan, penelitian Indeks Kinerja Utama (IKU), Kemenag terhadap pekerjaan Kantor Kemenag di tingkat provinsi/kota/kabupaten disamakan dengan KUB.

“Itu hanya ada di DKI Jakarta loh, jadi number one (nomor 1) untuk di Jakarta,” ujar Gde dari Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) DKI Jakarta ini.

Penemuan Ular Sanca Sepanjang Tiga Meter Memunculkan Kegemparan karena Melata di Pemukiman Warga

Sementara itu, Js. Liem Liliany Lontoh anggota FKUB dari Majelis Tinggi Agama Konghucu (MATAKIN) mengaku, merasa tidak nyaman dengan survei tersebut. Padahal kenyataannya tidak ada polemik keagamaan di tengah masyarakat.

“Bisa jadi di media sosial itu yang menggambarkan hubungan warga Jakarta tidak baik, padahal justru di lapangan hubungannya tetap baik,” ujarnya.

Manajer RCM Mengungkap Kalau Ahmad Dhani Kemungkinan Besar akan Ikut Tur Konser Dewa 19 di Januari

Ketua FKUB DKI Jakarta, Dede Rosyada menambahkan, lembaganya berperan sangat strategis dalam upaya memelihara, menjaga dan mengembangkan harmonisasi kehidupan umat beragama.

Caranya melalui forum dialog dan sosialisasi berbagai kebijakan pemerintah tentang kerukunan umat beragama.

“Tugas kami tidak hanya memberikan stempel (persetujuan) rekomendasi pendirian rumah ibadah, tapi berperan sebagai fasilitator dialog pemuka agama dan tokoh masyarakat, menampung dan menyalurkan aspirasi keumatan,” ujar Dede.

Kementerian Agama melalui Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat menyebut indeks KUB nasional mencapai 73,83.

Sementara untuk posisi DKI Jakarta berada di urutan 27 dari 34 provinsi dengan poin 71,3.

Survei itu dilakukan pada 16-19 Mei 2019 dan 18-24 Juni 2019 lalu. Ada 13.600 responden dari 136 kota/kabupaten dari 34 provinsi di Indonesia.

Metode survei dilaukan secara acak berjenjang dengan margin of error sekitar 4,8 persen.

Hal yang disorot Kementerian Agama adalah toleransi, kesetaraan dan kerja sama antar umat beragama.

Sejumlah Lima Algojo yang Mengeksekusi Jamal Khashoggi Dihukum Mati Meski Pangeran Salman Tidak Kena

Sebelumnya, diberitakan bahwa Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta menyayangkan sikap Kementerian Agama (Kemenag) yang melakukan kajian soal Kerukunan Umat Beragama (KUB) memakai Indeks Kinerja Utama (IKU).

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved