Penyakit Demam Babi Afrika Dipastikan Biang Matinya Ribuan Babi di Sumut, Gubernur Butuh Keabshan

Kementan Tetapkan Penyakit Demam Babi Afrika Biang Matinya Ribuan Babi di Sumut, Gubernur Belum Tahu

Penyakit Demam Babi Afrika Dipastikan Biang Matinya Ribuan Babi di Sumut, Gubernur Butuh Keabshan
ANTARA FOTO/IRSAN MULYADI
Petugas dengan alat berat memasukkan bangkai babi ke lubang saat akan dikuburkan, di tepi Sungai Bederah, Kelurahan Terjun, Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/11/2019). Sedikitnya 366 bangkai babi dikuburkan di beberapa titik dari 5.800 ekor babi mati yang diduga akibat wabah virus Hog Kolera dan African Swine Fever atau demam babi Afrika di 11 kabupaten/kota di Sumut. 

Sebuah surat atau salinan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 820/KPTS/PK.320/M/12/2019 tentang pernyataan wabah penyakit demam babi afrika (African Swine Fever/ASF) jadi viral di aplikasi percakapan WhatsApp.

Wabah itu dianggap sebagai penyebab matinya puluhan ribu babi di beberapa kabupaten/kota di Sumut

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara mengaku belum menerima surat keputusan Mentan tersebut.

Penjualan Ikan di Medan Anjlok Diduga Gara-gara Pembuangan Bangkai Babi di Sungai

Pembuang Bangkai Babi di Sumut, Polisi Periksa 5 Peternak tapi Belum Ada Tersangka

Hal itu disampaikan Edy Rahmayadi usai memberikan sambutan dalam peringatan Hari Ibu di Aula Raja Inal Siregar, di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (20/12/2019) siang.

Edy mengatakan soal surat pernyataan ASF itu kepada wartawan ketika ditanya apakah sudah menerima surat pengumuman dari Menteri Pertanian terkait wabah virus ASF.

"Saya belum (menerima), tapi saya sudah dengar. Itu perlu keabsahaan," katanya.

"Dengan penetapan itu wabah (ASF), berarti sikap akan berbeda. Sampai tahap pemusnahan mungkin kalau itu benar-benar menjadi suatu keputusan, saya akan baca ini."

Erick Thohir Ogah Komentari Kasus Jiwasraya, Nasabah Jiwasraya Tak Bisa Temui Erick Thohir

Menurutnya, konsekuensi dari penetapan itu berarti wabah harus dihabiskan dulu, atau semua ternak yang diduga terkena ASF dimusnahkan dulu.

Baru kemudian diperbolehkan lagi pengadaan pemeliharaan khususnya kepada babi.

Jika ditetapkan wabah ASF, maka...

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved