Kasus Narkoba Di Tahun 2019 Meningkat 0,03 Persen

BADAN Narkotika Nasional (BNN) melakukan rilis akhir tahun 2019 bertempat di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (20/12/2019).

RANGGA BASKORO
Rilis akhir tahun BNN. 

BADAN Narkotika Nasional (BNN) melakukan rilis akhir tahun 2019 bertempat di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (20/12/2019).

Acara tersebut juga dihadiri oleh pihak Kejaksaan Negeri, Bakamla, Imigrasi dan Bea Cukai.

Kepala BNN Komjen Heru Winarko menjelaskan dari hasil penelitian yang dilakukan BNN secara periodik setiap tiga tahunnya, Angka Prevalensi terhadap narkotika mulai tahun 2011 sampai dengan tahun 2019 terjadi penurunan yang cukup signifikan.

Pihak BNNP DKI Berkilah Kalau Mereka Tidak Memiliki Kewenangan untuk Menutup Diskotek

"Pada tahun 2011 prevalensi pada angka 2,23 persen, pada tahun 2014 prevalensi pada angka 2,18 persen, pada tahun 2017 pada angka 1,77 persen dan pada tahun 2019 pada angka 1,80 persen," ucap Heru di lokasi.

Di samping itu, menurut Data Angka Prevalensi Nasional tahun 2019 terhadap orang yang pernah memakai narkotika menjadi berhenti menggunakan dan tidak mengkonsumsi narkotika kembali, terjadi penurunan
sekitar 0,6 persen dari jumlah 4,53 juta jiwa 2,40 persen menjadi 3,41 juta jiwa 1,80 persen, sehingga hampir sekitar 1 juta jiwa penduduk Indonesia berhasil diselamatkan dari pengaruh narkotika.

"Meski demikian, kita tidak boleh terlena dan kewaspadaan terhadap narkotika harus lebih ditingkatkan karena pada tahun 2019 terjadi peningkatan sebesar 0,03 persen, dimana kenaikan ini disebabkan oleh adanya peningkatan penyalahgunaan narkotika jenis baru," katanya.

‎Buwas Usulkan BNN Fokus Petakan Jaringan Pengedar Narkoba, Polri yang Menindak

Sementara itu, Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menyatakan dalam rangka menekan supply reduction, BNN bersama Polri, TNI, Bea Cukai dan Imigrasi di tahun 2019 telah berhasil mengungkap sebanyak 33.371 kasus narkotika.

Jumlah barang bukti yang diamankan sebanyak 112,2 ton ganja, 5,01 ton Sabu, 1,3 juta butir Ekstasi dan 1,65 juta butir PCC yang disita dari sejumlah tempat di seluruh Indonesia.

"Adapun tersangka kasus narkotika yang berhasil ditangkap BNN dan Polri di tahun 2019 sebanyak 42.649 orang pelaku," kata Arman. 

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved