Breaking News:

Perbaikan Turap Makam Asal-asalan, Warga Gelisah Khawatir Pohon Karet Bisa Roboh Timpa Rumahnya

Kosim (70) menyebut perbaikan turap longsor yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan adalah terlihat asal-asalan.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Dedy
Wartakotalive.com/Andika Panduwinata
Perbaikan turap di Kampung Jaletreng, Serpong, Tangerang Selatan, bikin resah warga karena dibangun secara asal-asalan, Kamis (19/12/2019). 

Seorang warga Kampung Jaletreng, Serpong, Tangerang Selatan, bernama Ting Wan (64), adalah resah bukan kepalang.

Ia cemas karena perbaikan turap makam di RT 03/04, yang sempat longsor, adalah seperti asal-asalan.

Pantauan Wartakotalive.com, Kamis (19/12/2019), tebing setinggi hampir sekitar 20 meter ini adalah hanya diperbaiki bagian bawahnya dengan menggunakan batu bronjong. Sedangkan di bagian tebingnya dibiarkan saja.

Padahal di atas tebing tersebut terdapat pohon karet besar setinggi hampir 30 meter, yang tentunya dapat membahayakan warga sekitar sewaktu hujan deras serta angin kencang melanda.

Ting Wan yang rumahnya persis di sebelah turap sempat menanyakan perbaikan turap tersebut kepada pekerja yang membuat batu bronjong.

“Saya tanya kenapa bawahnya doang, katanya yang kerja malah bilang tahun depan dikerjain lagi. Kaya percuma gitu,” ujar Ting Wan, Kamis (19/12/2019).

Ting Wan yang sudah menempati Kampung Jaletreng puluhan tahun, mengungkapkan longsor turap tersebut sudah terjadi sebanyak dua kali. Namun, dari Pemerintah Kota Tangsel tidak ada perhatian.

Terlebih di musim penghujan tiba, ia khawatir jika terjadi longsor kembali dan pohon karet yang berada di atas tebing terbawa pergerakan tanah dan menimpa rumahnya.

“Ini longsor udah dua kali. Coba aja bayangin, itu pohon karet gede banget akarnya udah keliatan letaknya juga ngeri. Ini kalau hujan, air nyerep ke tanah bisa longsor ngeri juga. Udah gitu pohon gede itu ngeri kalau enggak ditebang,” ucapnya.

Senada dengan Ting Wan, Kosim (70) menyebut perbaikan turap longsor yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan adalah terlihat asal-asalan.

“Ini mah buang-buang duit aja, ngasal betulinnya. Kalau dibenerinya cuma di bawah dipasang batu begitu, yang atas enggak dibenerin pastinya yang atas bakal longsor lagi,” kata Kosim.

Warga Jaletreng pun berharap, agar turap segera diperbaiki supaya tidak terjadi longsor susulan.

Warga berharap bekas longsor di sekitar kawasan itu persisnya di belakang kantor Satpas SIM, diturap penuh.

Seperti diberitakan sebelumnya, tebing sekora setinggi 20 meter itu sudah dua kali longsor.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved