Sabtu, 18 April 2026

Natal dan Tahun Baru

Kapolda Metro Jaya Pastikan Tindak Tegas Sweeping Ormas dan Pihak yang Larang Peribadatan

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan pihaknya akan menindak organisasi kemasyarakatan yang melakukan sweeping serta pihak-pihak yang

Penulis: Budi Sam Law Malau |
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/12/2019). 

SEMANGGI, WARTAKOTALIVE.COM - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan pihaknya akan menindak organisasi kemasyarakatan yang melakukan sweeping serta pihak-pihak yang berupaya melarang peribadatan selama pekan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 ini.

"Kami pastikan akan menindak tegas sweeping ormas dan pihak yang melarang atau menolak peribadatan," kata Gatot usai apel gelar pasukan Operasi Lilin Jaya 2019, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (19/12/2019).

Pihaknya kata Gatot akan mengerahkan 10.000 personel gabungan untuk mengamankan 1.559 gereja dan 1.360 titik perayaan lainnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya selama pekan perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 kali ini.

"Ada 95 Pos Pengamanan dan 27 Pos Pelayanan yang kami bangun di Jakarta dan sekitarnya yang termasuk dalam wilayah hukum Polda Metro Jaya, dalam menghadapi pekan Natal dan Tahun Baru ini," kata Gatot.

"Tujuannya agar perayaan Natal dan pekan Tahun Baru ini berjalan aman dan nyaman. Sehingga tercipta suasana kondusif," ujarnya.

Menurut Gatot dalam pengamanan di gereja-gereja, pihaknya dan TNI akan berkordinasi dengan pengamanan internal setiap gereja. "Bagi pengunjung yang beribadah dan membawa tas besar mungkin akan kami periksa untuk memastikan keamanannya," kata Gatot.

Sementara itu Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono menyoroti bencana banjir akibat hujan deras yang terjadi di Jakarta, Selasa (17/12/2019) lalu.

Menurut Eko, setiap personel TNI ataupun Polri wajib turun tangan mengantisipasi kemacetan yang terjadi jika banjir akibat hujan deras kembali terjadi di Jakarta.

"Tidak ada lagi ini tugas Polri atau TNI, tetapi kita semua. Sebab ini menyangkut kepentingan masyarakat luas. Meskipun banjir kemarin itu, atau genangan air, surut dalam beberapa jam, namun dampaknya cukup terasa dalam arus lalu lintas yang menimbulkan kemacetan," kata Eko saat mendampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono dalam apel gelar pasukan Operasi Lilin Jaya 2019 di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya, Kamis (19/12/2019).

Eko juga menyoroti masyarakat terutama peseda motor yang berhenti dan berteduh di bawah fly over atau terowongan saat hujan deras terjadi.

Ia meminta masyarakat tidak melakukan hal itu karena dampaknya dapat menimbulkan kemacetan panjang.

"Saya imbau masyarakat atau pesepeda motor tidak lagi berteduh dan berhenti di bawah terowongan atau fly over. Karena dampaknya akan terjadi kemacetan. Jika kemacetan sudah mengunci dan terjadi cukup panjang, maka kita semua akan rugi," kata Eko.

Ia berharap masyarakat bersama TNI-Polri dan aparat lainnya, bahu membahu dalam menghadapi banjir akibat hujan deras yang terjadi. "Mari kita semua dan masyarakat saling bahu membahu dalam menghadapi hal ini," kata Eko. (bum)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved