Breaking News:

Impeachment Donald Trump

Demokrat Butuh 22 Senator Republik Pembelot untuk Lengserkan Donald Trump dari Kursi Presiden AS

Setidaknya dibutuhkan dua per tiga dukungan dari total 100 senator untuk menyingkirkan Donald Trump dari jabatannya.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews.com
Donald Trump 

GEDUNG Putih meyakini Senat Amerika Serikat (AS) bakal membebaskan Presiden Donald Trump dari pemakzulan DPR, atas kesalahan penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/12/2019), keyakinan itu disampaikan oleh Juru Bicara Gedung Putih Stephanie Grisham.

"Hari ini menandai puncak episode politik paling memalukan DPR dalam sejarah Amerika Serikat."

"Tanpa menerima satu suara Republik, dan tanpa memberikan bukti kesalahan, Demokrat mendorong pasal pemakzulan terhadap Presiden melalui DPR" ujar Grisham.

BREAKING NEWS: Kongres AS Makzulkan Presiden Donald Trump

"Presiden yakin Senat akan memulihkan ketertiban, keadilan, dan proses yang wajar, yang semua diabaikan di DPR."

"Presiden siap untuk langkah selanjutnya, dan yakin bahwa dia akan sepenuhnya dibebaskan," lanjutnya.

Selepas DPR AS memakzulkan Trump, agenda selanjutnya adalah membawa dua pasal pemakzulan itu ke level Senat, yang dijadwalkan bersidang pada Januari 2020 mendatang.

Setelah Dimakzulkan DPR AS, Donald Trump Bakal Disidang oleh Senat dan Kemungkinan Takkan Lengser

Setidaknya dibutuhkan dua per tiga dukungan dari total 100 senator untuk menyingkirkan Donald Trump dari jabatannya.

Ini berarti 67 senator harus memberikan dukungan, di mana Demokrat yang berjumlah 45 orang, butuh setidaknya 22 orang Republik yang membelot.

Dikutip dari The Telegraph, Hakim Ketua Mahkamah Agung John Roberts bakal bertindak sebagai pengadil dalam sidang pemakzulan Trump.

Ini Tiga Presiden AS Sebelum Donald Trump yang Pernah Dimakzulkan DPR, Tak Ada yang Dilengserkan

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved