Ibu Kota Pindah

Jokowi Bilang Membangun Ibu Kota Baru Harus Bagi-bagi Proyek, Kalau Tidak APBN Habis

PRESIDEN Jokowi menyebut pembangunan ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser, Kalimantan Timur, memang perlu dibagi-bagi ke pihak swasta.

TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). 

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menyebut pembangunan ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser, Kalimantan Timur, memang perlu dibagi-bagi ke pihak swasta.

Jokowi menjelaskan, membangun ibu kota negara memerlukan anggaran yang sangat besar.

Tetapi, jangan sampai mengganggu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sindikat Mafia Perumahan Syariah Tipu 3.680 Korban, Kemenag: Dapat Upahnya di Pengadilan Akhirat

"Kami ingin mencari sumber pendapatan yang tidak semua negara melakukan, tapi barang jadi."

"Bisa lewat skema KPBU (kerja sama pemerintah dengan badan usaha), bisa lewat investasi swasta, kan banyak," tutur Jokowi di Novotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (18/12/2019).

"Kalau pikirannya negatif, ya repot."

Begini Modus Kepala Daerah Simpan Duit di Kasino Luar Negeri, Jumlahnya Sampai Rp 50 Miliar!

"Bagi-bagi proyek, ya harus dibagi, masa kita kerjakan sendiri? APBN habis lah."

"Artinya keterlibatan di luar pemerintah itu sangat diperlukan," sambung Jokowi.

Menurut Jokowi, pemerintah justru berharap ada keterlibatan pihak swasta untuk ikut serta membangun kawasan ibu kota baru.

Kivlan Zen Jadi Tahanan Rumah, Kediamannya di Kelapa Gading Sudah Disewakan

Misalnya, masuk ke sektor transportasi dan pendidikan.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved