Asean Para Games

Persiapan Asean Para Games, Panitia NPC Antisipasi Kendala yang Akan Ganggu Kontingen Indonesia

Kontingen Indonesia pun mulai mempersiapkan diri serta mengantisipasi hal-hal yang mungkin menjadi kendala kontingen saat tiba di Filipina.

Persiapan Asean Para Games, Panitia NPC Antisipasi Kendala yang Akan Ganggu Kontingen Indonesia
Wartakotalive/Rafzanjani Simanjorang
Rima Ferdianto selaku Wasekjen National Paralympic Committe (NPC) jumpa pers kesiapan menghadapi ASEAN Para Games di Filipina pada Januari mendatang 

ASEAN Para Games akan digelar di Filipina pada 17 Januari hingga 25 Januari 2020.

Kontingen Indonesia pun mulai mempersiapkan diri serta mengantisipasi hal-hal yang mungkin menjadi kendala kontingen saat tiba di Filipina.

Hal ini berkaca dari penyelenggaraan SEA Games lalu yang banyak menjadi sorotan karena ketidakcekatan panitia dalam menyambut kontingen dari negara peserta dan fasilitas venue yang belum rampung.

Rima Ferdianto Wasekjen National Paralympic Committe (NPC) mengatakan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi segala bentuk kekurangan yang mungkin mengganggu kesiapan tim.

ASEAN Para Games di Awal Tahun Anggaran, Pemerintah Siap Prioritaskan Pembahasan Anggaran Kontingen

"Kita sudah mempersiapkan diri, setiap cabor juga sudah mandiri, baik menu dan fasilitas serta perlengkapan akan kita antisipasi sejak dari Indonesia,"ujarnya kepada media, Senin, 16 Desember 2019.

Ia bahkan mengatakan untuk perlengkapan transportasi juga pihaknya sudah pertimbangkan.

"Untuk emergency kami sudah melakukan koordinasi dengan salah satu pihak rental van, dan ketika kendaraan dari OC tidak dapat dipakai, kami sudah ada kendaraan lain," lanjutnya.

Jendi Pangabean Target Raih 5 Emas di ASEAN Para Games 2020

Selain itu, untuk membawa peralatan kontingen, pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak maskapai.

"Dari maskapai Garuda Indonesia kami sudah diberikan jatah 16 ton untuk peralatan, dan ditambah juga dari maskapai Citilink. Jadi otomatis peralatan akan terangkat semua,"terangnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan memberangkatkan sebuah tim untuk mengecek kondisi venue untuk melihat apa saja kemungkinan yang akan diperlengkapi dari Indonesia.

NPC juga sudah mengantisipasi cabang olah raga (cabor) yang akan dipertandingkan untuk meraih medali.

"Untuk perebutan medali minimal ada 4 NPC yang ikut. Bila 2 peserta dari satu negara dalam satu cabor maka tidak sah. Ada istilah minus one juga dalam perebutan medali. Artinya jika peserta diikuti oleh 3 negara, maka medali yang diperebutkan hanya emas dan perak, bila ada 2 negara yang ikut maka hanya akan meraih emas. Jadi minus one sesuai dengan jumlah NPC yang ikut,"terangnya.

Dengan adanya sistem minus one, menurutnya perebutan medali akan semakin adil. (M21)

Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved