Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

PARANG yang Dibawa Benda Pusaka, Kuasa Hukum: UU Darurat Tak Bisa Diterapkan ke Raja Pulau Buru

Junaedi, kuasa hukum Irwannur Latubual mengatakan, penerapan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 oleh polisi ke kliennya sangat tidak tepat.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Konferensi pers masyarakat adat Pulau Buru meminta raja mereka yang ditahan di Polda Metro Jaya dibebaskan, Senin (16/12/2019) malam. 

Junaedi, kuasa hukum Irwannur Latubual (39) mengatakan, penerapan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 oleh polisi ke kliennya adalah sangat tidak tepat.

Sebab kata Junaedi, penyidik menafikan penjelasan di Pasal 2 ayat 2 UU Darurat itu, yang menyebutkan bahwa senjata tajam atau senjata penikam yang dimaksud bukanlah alat pertanian atau benda pusaka.

Irwannur Latubual yang diketahui adalah Raja Bual Taun Pulau Buru ke 21, adalah pemilik mobil Nissan Terra B 1 RI, yang sejak Minggu (20/10/2019) ditahan di Mapolda Metro Jaya.

"Sementara 2 parang yang dibawa klien kami adalah parang adat atau termasuk dalam benda pusaka. Ini diperkuat dengan keterangan para tokoh adat Pulau Buru dan akademisi dari UIN Syarif Hidayatullah yakni Dr. Alfitra yang sudah dimintai keterangan penyidik," kata Junaedi dalam konferensi pers di Jalan Gunawarnan, Kebayoran Baru, Senin (16/12/2019) malam.

Karenanya kata Junaedi, sesuai keterangan Pasal 2 ayat 2 UU Darurat maka sangkaan yang dituduhkan penyidik harus dibatalkan.

 PM India Narendra Modi Loloskan UU Antimuslim, Sejumlah Selebritas Bollywood Ramai-ramai Protes

 SYAHRINI Ungkap Ibundanya Jago Masak, Boyong Makanan Favoritnya ke Restoran Pawon Bu Cetarrr

 IIS DAHLIA Akhirnya Akui Suaminya Pilot Garuda Selundupkan Brompton dan Harley Davidson, Tapi

 TERUNGKAP Nikita Mirzani Kebingungan saat Didatangi Wanita Tak Dikenal Pinjam Uang, Ini Kisahnya

Untuk itu katanya tim kuasa hukum meminta penyidik melepaskan Irwannur dari jeratan hukum.

"Karena apa yang diduga dan disangkakan kepada klien kami tidak terbukti. Ditambah lagi tidak ada aksi, karena parang ditemukan dalam mobil," katanya.

Sehingga menurut Junaedi, tidak ada indikasi, Irwannur menghalangi pejabat negara untuk menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden, Jokowi-Maaruf Amin saat itu.

"Apalagi dari data yang kami dapat, Pak Irwannur ini sebagai Raja di Pulau Buru adalah tim sukses atau relawan Jokowi-Amin. Jadi tidak mungkin beliau hendak menggagalkan pelantikan," katanya.

Anggota Tim Kuasa Hukum Irwannur lainnya, Fredi Moses Ulemlem mengatakan pihaknya sudah mengajukan penangguhan penahanan terhadap kliennya sejak beberapa pekan lalu.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved