Tip Otomotif

Musim Hujan Tiba, Tekanan Angin Harus Ditambah atau Dikurangi? Ini yang Benar

Daya cengkeram ban akan lebih baik jika tekanan angin sedikit dikurangi, benarkah?

Musim Hujan Tiba, Tekanan Angin Harus Ditambah atau Dikurangi? Ini yang Benar
www.reifen.de
ILUSTRASI Aquaplaning, sebuah gejala ketika ban mengambang saat melewati genangan air dalam kecepatan tinggi. 

Kemampuan traksi ban tidak bergantung pada besar kecilnya tekanan angin, melainkan dari kedalaman alur ban dan kembangan ban yang digunakan.

DALAM kondisi hujan, daya cengkeram ban cenderung kurang 'menggigit' dibanding saat jalanan kering.

Maka, pengendara dituntut lebih hati-hati karena traksi ban yang minim punya potensi kecelakaan lebih tinggi.

Kondisi ini memunculkan anggapan di tengah masyarakat, bahwa daya cengkeram ban akan lebih baik jika tekanan angin sedikit dikurangi.

Bakal Tantang Yamaha Aerox 155, Honda Air Blade 150 Resmi Mengaspal, Ini Spesifikasi dan Harganya

Suzuki Baleno Hatchback Facelift Bakal Segera Mengaspal di Tanah Air

Berlaku Efektif Kamis 19 Desember Pukul 00.00, Ini Tarif Baru Tol Jagorawi, Catat ya

Dengan traksi yang lebih baik, kemampuan ban dalam menyapu air di jalan akan lebih mudah, sehingga tak terjadi bahaya aquaplaning, yaitu sebuah gejala ketika ban mengambang saat melewati genangan air dalam kecepatan tinggi.

Sebab, efek gejala ini memungkinkan mobil akan lepas kendali sehingga tidak bisa dikendalikan dan dapat berujung celaka.

Dibantah

Meski begitu, anggapan mengurangi tekanan angin dapat meningkatkan traksi ban ternyata dibantah pakar keselamatan berkendara.

Chief Instructor Indonesia Defensive Driving Center ( IDDC) Bintarto Agung mengatakan tip otomotif yang seharusnya terkait hal ini.

Menurut dia, tekanan angin pada ban harus sesuai rekomendasi pabrikan.

“Mau seperti apapun cuacanya, tekanan angin harus sesuai rekomendasi pabrikan. Bisa dilihat di manual book atau pada tire placard, di mobil biasanya terdapat di pilar B atau dekat pintu pengemudi,” ucapnya kepada Kompas.com, kemarin.

Kedalaman alur

Lebih jauh dipaparkan, kemampuan traksi ban tidak bergantung pada besar kecilnya tekanan angin, melainkan dari kedalaman alur ban dan kembangan ban yang digunakan.

“Saat kondisi jalanan basah, ban harus mampu mengeluarkan air lewat alur pada tapak ban. Air akan lebih sulit melewati ban saat kedalaman alur mulai tipis atau kembang ban sudah melebihi waktu pakai,” kata Bintarto.

Jadi buat Anda yang masih ragu dengan tekanan angin ideal saat musim hujan, pastikan sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Sementara itu jika ban masih tidak memberikan performa maksimal, pastikan kembangan ban masih layak dipakai di berbagai kondisi jalan atau belum masuk masa kedaluwarsa. (Dio Dananjaya)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berapa Tekanan Angin Ideal Saat Musim Hujan?"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved