liga inggris

Jose Mourinho Bangga Bisa Mengakhiri Kemenangan Wolves

Wolverhampton Wanderers akhirnya bertekuk lutut pada Tottenham Hotspur. Rekor sembilan laga tak terkalahkan, rontok di tangan Jose Mourinho.

The Independent
Jose Mourinho 

Wolverhampton Wanderers akhirnya bertekuk lutut pada Tottenham Hotspur. Rekor sembilan laga tak terkalahkan, rontok saat tim berjulukan Wolves ini menjamu The Lilywhites pada laga pekan ke-17 Liga Inggris, Minggu (15/12).

Jose Mourinho, pelatih anyar Hotspur pun bangga luar biasa. Dia tak menyangka strategi 4-2-3-1 yang diterapkannya mujarab. Pada laga di Stadion Molineux ini, Jan Vertoghen memastikan kemenangan 2-1 Spurs.

Jose Mourinho dan pegawai hotel Lowry
Jose Mourinho dan pegawai hotel Lowry (Express Digest)

Satu gol Tottenham lain diciptakan Lucas Moura. Satu gol balasan tim tuan rumah diciptakan Adama Traore. Hasil itu membuat catatan tidak terkalahkan sembilan laga beruntun Wolves pun berakhir. Kekalahan terakhir yang dialami Wolves adalah saat bertemu Aston Villa di ajang League Cup, 31 Oktober lalu.

Mengetahui pencapaian tersebut, Mourinho pun membahasnya setelah pertandingan. Bahkan, pelatih asal Portugal itu terkesan umbar kesombongan. Kendati demikian, dia mengakui bahwa Wolverhampton memang sulit untuk dikalahkan.

"Saya sangat bangga. Terutama karena bisa mengakhiri catatan tidak terkalahkan mereka di liga. Nuno Espirito Santo (pelatih Wolves) harus bangga dengan pencapaian tersebut," kata Mourinho dikutip dari BBC.

"Mereka adalah lawan yang sangat sulit. Sebelumnya, sudah saya katakan bahwa mereka kuat secara taktik, teknik, dan mental," ucapnya.
Mourinho pun yakin Wolverhampton bisa lolos ke Liga Champions. Keyakinan itu muncul setelah anak asuhnya harus bersusah payah menundukkan Wolves.

Dengan kemenangan ini, Spurs naik kelima dan `terpaut tiga angka dari Chelsea. Sementara itu, Wolves masih berada di urutan kedelapan.
Mourinho berharap lawan-lawan mereka bisa menekan untuk posisi empat besar dan tantangan Liga Europa, dengan undian babak 32 besar dilakukan pada Senin (16/12).

"Ini adalah pertanyaan untuk Nuno Espirito Santo, tapi mereka bersama kami, Chelsea, United, Arsenal berjuang untuk posisi enam besar dan memperebutkan posisi enam poin dan tersentum dengan empat besar," ucapnya.

"Saya pikir itu adalah yang mereka lakukan. Di Liga Europa, saya selalu berpikir itu tidak adil bahwa para pecundang (di Liga Champions) mundur ke belakang. Buat saya, para pecundang di Liga Champions haruslah pulang. Tapi, sekarang mereka sudah mendapatkan Inter Milan, Ajax, dan tim yang sudah bagus," lanjutnya.

"Mereka mendapatkan dari Liga Champions, tapi mereka bisa mengalahkan siapa pun di kandang dan tandang. Mereka memiliki mentalitas yang luar biasa," tutur pelatih yang berjulukan The Special One.

Penulis: Valentino Verry
Editor: Valentino Verry
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved