Perayaan Tahun Baru 2020
Jelang Libur Tahun Baru, di Pulau Seribu Ada Ikon Baru yang Instagramable
Kepulauan Seribu memasang delapan ikon baru yang Instagramable untuk berswafoto di lima pulau permukiman.
Penulis: Junianto Hamonangan |
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Junianto Hamonangan
KEPULAUANSERIBU, WARTAKOTALIVE.COM - Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu memasang delapan ikon baru yang Instagramable untuk berswafoto di lima pulau permukiman.
Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu, Cucu Ahmad Kurnia mengatakan ikon baru tersebut dipasang di beberapa pulau yang memang menjadi tujuan wisata.
“Pemasangan ikon-ikon baru itu dilakukan atas kerja sama dengan Asosiasi Pematung Indonesia cabang Jakarta,” ucap Cucu, Senin (16/12).
Ada empat ikon baru karya seniman Yani Mariani seperti Jiwa Samudera yang berbentuk biota laut di Pulau Pari, Persembahan Cinta berbentuk telapak tangan dan bunga mawar di Pulau Tidung, Derai Embun di Pulau Pramuka dan Nyala Samudera di Pulau Karya.
Ada juga empat karya dari seniman Agus Widodo yakni Generasi Pelaut berbentuk perahu di Pulai Tidung, Ombak Menari berbentuk ombak di Pulau Karya, Tangan Lestari berbentuk dua tangan di Pulau Pramuka, dan Sakura berbentuk bunga di Pulau Untung Jawa.
“Dengan adanya seni ruang publik, banyak tempat atau spot yang semula sepi, mati, kosong kini memiliki nilai yang lebih dan cukup signifikan, serta memberikan daya tarik tersendiri," kata Cucu.
Cucu menambahkan kehadiran hasil karya swafoto yang merupakan seni ruang publik ini sekaligus dirancang untuk memberikan atau menambah nilai estetis pada satu tempat.
“Seni ruang publik adalah sebuah karya yang sanggup meruang dan mampu berinteraksi dengan baik terhadap apapun yang berada di sekitarnya termasuk aktifitas manusia,” ujarnya.
Sementara itu kurator dari karya seni tersebut, Benny Ronald mengatakan kehadiran ikon-ikon baru menjadikan Kepulauan Seribu memiliki daya tarik yang berbeda dari wisata pantai lain di luar Jakarta.
“Rasanya diperlukan juga sebuah program branding Pulau Seribu yang lebih agresif dengan mengedepankan penambahan sebuah landmark atau keindahan artificial yang bisa memberikan nilai tambah pada tiap pulaunya,” tuturnya.
Dengan adanya penambahan landmark atau keindahan artificial berupa ikon baru, terutama dalam penyediaan lokasi berswafoto untuk wisatawan, dapat memberikan nilai tambah pula untuk setiap pulau di Kepulauan Seribu.
“Kebutuhan dasar manusia yang biasa mengabadikan sebuah tempat dengan berfoto yang seolah-olah sebuah statement bawah sadar mengenai penaklukan ruang dan waktu adalah hal yang sangat lazim sekali dewasa ini,” tuturnya. (jhs
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/dok-sudin-kominfotik-kepulauan-seribu162.jpg)