Minggu, 12 April 2026

Berita Video

VIDEO: Warga Kapuk Korban Kebakaran Minta Hal ini ke Pemprov DKI

"Saya hanya minta satu saja, minta bahan bangunanan, karena supaya saya bisa cepat punya rumah lagi," kata Herni

Penulis: Desy Selviany | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota/Desy Selviany
Sebanyak enam rumah dan dua lapak barang bekas di Kapuk, Jakarta terbakar habis Minggu (15/12/2019) 

Mata Herni (43) masih berkaca-kaca melihat rumahnya yang rata dengan tanah di Jalan Mangga Ubi, Kapuk, Cengkareng. Rumah Herni menjadi satu di antara 6 rumah lainnya yang terbakar pada Minggu (15/12/2019) pascakebakaran dini hari.

Herni berkeinginan memiliki bahan bangunan kembali agar dapat segera membangun rumahnya. Malam ini ia dan 4 anggota keluarganya terpaksa mengungsi sementara di posko pengungsian yang dibuat tidak jauh dari rumahnya.

"Saya hanya minta satu saja, minta bahan bangunanan, karena supaya saya bisa cepat punya rumah lagi," kata Herni ditemui di Posko Pengungsian Minggu (15/12/2019).

Pantauan Wartakotalive.com beberapa bahan makanan sudah tersedia di posko pengungsian. Antara lain tikar, selimut, mie instan dan beras.

"Kalau makanan kami butuh, tapi bahan bangunan lebih penting, saya mohon kepada bapak-bapak pemerintah untuk bantu kami sediakan bahan bangunan," kata Herni.

Pantauan Wartakotalive.com sebagian rumah yang terbakar berbahan batako. Beberapa rumah terlihat sudah rata dengan tanah, beberapa lagi terlihat tanpa atap karena gosong.

Ada dua RT yang terkena imbas kebakaran dini hari tadi yakni RT RT006/007 dan RT 016/010. Setidaknya 6 rumah dan 2 lapak hangus dilalap api.

Diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya lapak barang bekas di Jalan Mangga Ubi, Kapuk, Cengkareng terbakar Minggu (15/12/2019). Sebanyak 18 unit mobil pemadam dikerahkan untuk padamkan api.

Kasie Ops Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Jakarta Barat, Eko Sumarno membenarkan hal tersebut. Kata Eko, kebakaran terjadi Pukul 05.00 WIB.

"Kebakarannya sekitar Pukul 05.00 WIB, 18 unit dikerahkan ke lokasi, 16 dari Barat dan bantuan 2 unit dari Utara. Api padam Pukul 06.30 WIB," kata Eko saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Eko mengatakan, api diduga berasal dari pembakaran sampah yang dilakukan warga. Sampah yang dibakar di area tersebut kemudian merembet ke lapak dan menimbulkan kebakaran.

"Diduga ada warga membakar sampah, tapi untuk penyebab pastinya masih diselidiki pihak berwenang," ungkap Eko.

Eko mengatakan, api baru bisa dipadamkan sekitar 1,5 jam kemudian setelah 18 unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi.

Petugas disebut sempat kesulitan dalam memadamkan api karena banyaknya benda mudah terbakar di lapak tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun total kerugian diprediksi mencapai ratusan juta rupiah.

"Untuk luas area yang terbakar itu sekitar 500 meter persegi dari satu pemilik," ujarnya. (m24)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved