Minggu, 3 Mei 2026

Pembunuhan

UPDATE Pembunuhan Mahasiswi UINAM, Ini Postingan Tulisan dan Puisi Terakhir Asmaul Husna di IG

Puisi dan tulisan terakhir Asmaul Husna di Instagram beredar, setelah Asmaul Husna tewas dibunuh pacarnya, Ridhoyatul Khaer.

Tayang:
Editor: PanjiBaskhara
Kolase Warta Kota
Puisi dan tulisan terakhir Asmaul Husna di Instagram beredar, setelah Asmaul Husna tewas dibunuh pacarnya, Ridhoyatul Khaer. 

Beredar sejumlah tulisan dan puisi terakhir Asmaul Husna, seorang mahasiswi UIN Alaiuddin Makassar Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Diketahui, puisi dan tulisan terakhir Asmaul Husna di Instagram beredar, setelah Asmaul Husna tewas dibunuh pacarnya, Ridhoyatul Khaer.

Aksi pembunuhan mahasiswi UIN Alauddin Makassar, terjadi di Perumahan Citra Elok, Jalan Tamangapa Raya 5, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ketika mayat Asmaul Husna ditemukan, Sabtu (14/12/2019), tubuh Asmaul Husna berlumuran darah, wajah tertutup bantal bergambar karakter fiksi Hello Kitty dan Winnie The Pooh.

UPDATE Asmaul Husna Dibunuh Saat Mengaku Hamil 4 Bulan Hingga Meminta Pertanggungjawaban ke Pacarnya

UPDATE Pembunuhan Mahasiswi UIN Alauddin Makassar, Asmaul Husna Dibunuh Dalam Kondisi Hamil 4 Bulan

Mahasiswi Tewas Dibunuh Pacar, Wajah Ditutup Bantal 15 Menit dan Leher Diiris, Ini Penjelasan Polisi

Asmaul Husna adalah korban pembunuhan dan ternyata pelakunya adalah sang kekasih, Ridhoyatul Khaer (20).

Korban dan pelaku sekampus.

Korban merupakan mahasiswi semeseter VII Program Studi Ilmu Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Aluddin.

Sementara pelaku mahasiswi semester VII Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Aluddin.

Kampusnya berada di Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Jarak kampus dengan rumah korban sekitar 3 Km.

Usai di temukan tewas beredar screenshot (tangkapan layar) tulisan di Instagram dengan nama akun @aulhsn_.

Tampak tertulis keterangan jika tulisan tersebut dibuat selang 4 hari sebelum di-screenshot.

Asmaul Husna dan Andi Ridhoyatul Khaer (Instagram)

Berikut salinan isinya:

"Anak Ibu sedang menahan tangis; Katanya karma sedang berjalan menuju ke arahnya, katanya karma akan segera menyemputnya.

-

Anak ibu lalu menangis;

Tangisannya pelan tak terdengar dibalik pintu toilet karena sedang mengigit bibir bawahnya agar suaranya tangisannya tak pecah hingga akan muncul desas desus tanya para penggibah.

Tangisannya tak terdengar karena disamarkan oleh suara air yang keluar dengan patuhnya dari mulut bapak keran di toilet.

-

Anak ibu lalu diam;

Pikirannya penuh dengan kesalahan dan cara menempuh penebusan.

Haruskah anak ibu meninggalkan dunia dengan cara paling tragis atau hidup didunia dengan cara paling tragis pula.

-

Anak ibu kemudian tertidur;

Terpejam dengan mata sembab, tubuh dingin dipeluk angin malam tak ada yang peduli.

Sebab ibu jauh disana dan tak tahu apa-apa tentang anaknya ini."

Tampaknya Asmaul Husna memang punya bakat puisi.

Salah satu puisinya diposting dalam laman Facebook KSEI Forkeis UIN Alauddin Makassar.

Ia menjadi salah satu pengurus di majalah Forum Kajian Ekonomi Syariah UIN ALauddin Makassar tersebut.

Puisi yang ia posting adalah soal perpisahan.

Puisi tersebut diposting saat Asmaul Husna tidak lagi menjabat sebagai KOORDINATOR DEPT. MEDIA DAN JURNALISTIK 2018/2019

Berikut puisi Asmaul Husna.

Asmaul Husna

KOORDINATOR DEPT. MEDIA DAN JURNALISTIK 2018/2019

-

ASMAUL HUSNA

JURUSAN AKUNTANSI 2016

-

Berpuluh kali pergi,

Berjuta kali pun kembali,

Iya, ini rumah bagi kami yang tak memiliki tempat kembali

Iya, ini rumah bagi kami yang tak pernah menemui jalan pulang

Iya, ini rumah dimana orang-orang menyambut kami dengan kehangatan

-

Walau seringkali beradu mulut,

Saling melempar ego,

Berderai drama air mata,

Diam bisu tak ada sapa,

Tapi kami tetap keluarga,

Bercerita dipenghujung malam tentang masa lalu dan masa depan saling menghangatkan kembali

-

Iya, Forkeis rumahku, rumah kami, rumahmu dan rumah kita.

Jika ada benci dihatimu,

Jangan benci Forkeisnya,

Bencilah sifat individunya,

Tapi jangan membenci terlalu lama,

Sebab kita saudara yang tumbuh bersama.

Bukankah makan nasi sepiring bersepuluh sudah biasa kita lakukan?

Maka redupkan bencimu,

Redahkan kecewamu,

Berdamailah,

Dan kembali kerumah

-

Jika langkahmu sudah terlalu berat, dan tanganmu sudah tak mampu menggenggam tangan-tangan untuk membuatmu pulang,

Maka tinggalkanlah rasa bencimu,

Berdamailah dengan egomu,

Pergilah dengan tenang dan temukan rumah-rumah yang lain,

Tapi ingat!

Kami selalu akan menyambut kepulanganmu dengan hangat,

Entah itu benar-benar pulang atau hanya sekedar menyapa.

Kronologi Pembunuhan

Terduga pelaku pembunuhan mahasiswi UIN Alauddin Makassar, Ridhoyatul Khaer (20), akhirnya ditangkap pihak kepolisian, Sabtu (14/12/2019).

Ridho sapaan akrab terduga pelaku kasus pembunuhan mahasiswi Asmaul Husna (21), dibekuk beberapa jam usai kejadian.

Mahasiswi UIN Alauddin Makassar, Asmaul Husna, ditemukan telah menjadi mayat di kamar di Jl di Perumahan Citra Elok, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala (Tribun/Sanovra JR)

Saat ini, pelaku Ridho sudah diamankan penyidik Reskrim Polsek Manggala, Kota Makassar, untuk diperiksa lebih lanjut.

Kanit Reskrim Mapolsek Manggala, Iptu Syamsuddin mengatakan, pelaku masih menerangkan kronologis pembunuhan itu.

"Dia (Ridho) masih menerangkan terkait kronologis pembunuhan itu," ungkap Iptu Syamsuddin kepada tribun timur, malam.

Kepada penyidik Reskrim, Ridho mengaku telah membunuh korban yang merupakan wanita yang dicintainya.

Menyangkut hubungan spesial diantara korban dengan pelaku, Iptu Syamsuddin belum mau menerangkan lebih detail.

"Untuk menjurus kesana (motifnya) kami belum tahu, karena penyidik kami masih terus mengorek informasi itu," ujarnya.

Untuk modus atau cara pelaku membunuh korban, Syamsuddin mengatakan, pelaku menutup wajah korban memakai bantal.

"Awalnya memakai bantal menutup dan menindis wajah korban, setelah itu pelaku gorok leher korban," jelas Syamsuddin.

Ridho, mahasiswa Perbankan Syariah UIN Alauddin Makassar (UINAM) semester 7, diamankan kepolisian dilokasi kejadian.

Lokasi kejadiannya, berada di Perumahan Citra Elok, Tamangapa, Manggala, Kota Makassar sekitar pukul 17.00 Wita, sore.

"Kita amankan di TKP (lokasi) karena saat setelah kejadian yang bersangkutan ada disekitar lokasi," tambah Syamsuddin. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul "Curhat Terakhir Asmaul Husna di IG: Haruskah Anak Ibu Meninggalkan Dunia dengan Cara Paling Tragis?"

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved