Tawuran Pelajar

Saran Asosiasi Komite SMA dan SMK Bekasi Atasi Tawuran Pelajar

Asosiasi Komite SMA dan SMK Kabupaten Bekasi meminta pihak sekolah dan kepolisin menggelar sosialisasi mencegah pelajar tawuran.

Saran Asosiasi Komite SMA dan SMK Bekasi Atasi Tawuran Pelajar
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kondisi Pelajar SMK Bekasi yang tangannya putus akibat duel dengan celurit saat ini masih dirawat di RS Medirosa II Cikarang. 

Asosiasi Komite SMA dan SMK Kabupaten Bekasi meminta peran serta orangtua untuk mengawasi anaknya agar tidak terlibat dalam tawuran antarpelajar.

Belum lama ini, seorang pelajar menjadi korban tawuran antarpelajar di Cibarusah.

Pergelangan tangannya putus akibat duel ala gladiator.

Ketua Asosiasi Komite SMA dan SMK Kabupaten Bekasi Sardi mengatakan, sudah menggelar pertemuan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.

Cegah Tawuran, Polisi di Tangerang Serentak Datangi Sekolah

“Sekolah nantinya akan rutin menggelar sosialisasi yang dibantu oleh kepolisian agar memberikan pemahaman bagi pelajar untuk tidak melakukan tawuran,” katanya, Minggu (15/12/2019).

Selain itu, peran serta orangtua juga diperlukan dalam mengawasi anak-anaknya supaya tidak ikut-ikutan aksi tawuran.

"Orangtua juga turut serta dalam pengawasan anak, jangan cuek dan tidak peduli sama anaknya. Jangan kalah sama anaknya," ujarnya.

Pesan Kak Seto Terkait Tawuran Maut di Sunter Jaya Jadi Hiburan Terjadi Bukan karena Saling Benci

Memburu Pelaku

Aparat Polsek Cibarusah masih memburu pelaku yang membuat telapak tangan seorang pelajar SMK, Topik Hidayatullah (20),  putus dari pergelangannya.

Telapak tangan Topik putus saat berduel dengan pelajar lainnya di Kampung Cikoronjo RT 002 RW 004 Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jumat (6/12/2019) lalu.

Telapak tangannya putus akibat terkena sabetan celurit.

Kapolsek Cibarusah AKP Sukarman mengatakan, pihaknya masih terus memburu pelakunya.

Polisi Amankan Empat Pelajar SMP Hendak Tawuran di Babelan Bekasi, Ditemukan Sajam Jenis Celurit

Belum ditangkap pelaku dikarenakan korban tidak kenal dan minim saksi saat kejadian.

"Itu kan kejadiannya saat waktu salat Jumat, tidak ada orang. Terus juga di CCTV yang menyorot langsung ke wajahnya tidak ada, jaraknya jauh," ujar Sukarman, Kamis (12/12/2019).

Sukarman mengatakan, pelaku menggunakan seragam sekolah dan topi, diduga  merupakan pelajar.

"Pelaku pakai baju pramuka dan memakai topi warna putih. Berdasarkan keterangan korban maupun saksi. Ini kita masih selidiki," ucap Sukarman.

UPDATE: Pelajar SMK Telapak Tangan Putus di Bekasi, Polisi Masih Buru Pelaku Diduga Sudah Kabur Jauh

Polisi menemukan topi pelaku di lokasi duel.

Topi itu berwarna putih dan terdapat tulisan 'DIESEL' serta masih ada bekas bercak darah di topi pelaku.

Sukarman juga menduga kemungkinan pelaku telah kabur ke luar wilayah Kabupaten Bekasi.

Pihaknya juga meminta agar masyarakat baik pelajar atau guru-guru mengetahui informasi pelaku sesuai ciri-ciri yang suka memakai topi tersebut agar diinformasikan ke Polsek Cibarusah.

VIDEO : Terlibat Duel Celurit, Tangan Kiri Siswa SMK di Bekasi Putus

"Pemberi info akan dirahasiakan dan dijamin keamanannya," ucap Sukarman.

Korban saat ini masih dirawat rumah sakit Medirossa Cikarang dan sedang proses pemulihan pascaoperasi.

"Kondisi sudah membaik dan sudah dapat berkomunikasi, dalam beberapa hari kemungkinan sudah bisa pulang," kata Sukarman.

Pertarungan Ala Gladiator Tanpa Pelindung, Duel Antar Pelajar di Bekasi Hingga Tangan Putus

Tawuran Pelajar

Duel antarpelajar di Kampung Cikoronjo RT 002 RW 004 Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (6/12/2019) membuat salah seorang pelajar telapak tangannya kirinya putus terkena sabetan celurit.

Kisman (37), warga yang sempat melihat kejadian, itu menceritakan suasana mencekam saat aksi duel antarpelajar tersebut.

"Saya melihat korban dan pelaku di tengah jalan raya duel ala Gladiator. Korban yang terdesak sempat akan dihantam bagian leher oleh pelaku, korban menangkis dan mengenai telapak tangan hingga putus," ujar Kisman, Minggu (8/12/2019).

Kisman menjelaskan, perkelahian berlangsung sekitar 20 menit. Berawal dari aksi saling kejar kedua pelajar itu.

Tangan Pelajar SMK di Kabupaten Bekasi Putus Disabet Celurit Saat Duel

"Saat dikejar mereka berhenti di dekat tugu perbatasan Kecamatan Cibarusah dan Serang Baru. Keduanya bersiap dengan masing-masing memegang cerulit di tangan kanan dan bersiap untuk berkelahi," ungkap dia.

Awalnya, ia mengira keduanya hanya saling gagah-gagahan dengan mengacungkan celurit tidak digunakan untuk saling serang.

"Tapi malah makin panas incar punggung badan, pada ngindar kabur terus dimajuin lagi. Sampai puncaknya pas mau dibacok leher dan punggung korban tangis kena tangannya sampai putus," ucap dia.

Pesan Kak Seto Terkait Tawuran Maut di Sunter Jaya Jadi Hiburan Terjadi Bukan karena Saling Benci


Korban ketika tangannya putus sempat membalas, namun akhirnya terjatuh.

"Korban jatuh, mau diserang lagi tuh. Terus warga yang melintas langsung pada nyamperin sehingga yang nyerang kabur," kata dia.

Tak lama, korban yang dibawa ke rumah sakit oleh warga.

"Polisi juga sudah datang berapa kali, seusai kejadian, kemarin sama barusan juga datang," jelas dia. 

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved