Breaking News:

Ibu Kota Pindah

Tentukan Lokasi Klaster Pemerintahan, Pekan Depan Jokowi Menginap di Ibu Kota Baru

PEKAN depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan mengunjungi lokasi ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Kementerian PUPR
Rendering Monumen Pancasila 

Kepada awak media, Budi Karya Sumadi mengatakan, infrastruktur jalan dan rel kereta api akan menjadi prioritas pembangunan Kemenhub di wilayah calon ibu kota baru tersebut.

“Kalau menurut hemat saya yang pertama dibangun adalah infrastruktur jalan tol dan jalur kereta api."

"Antara Balikpapan ke sini (ke wilayah calon ibu kota baru),” ungkap Budi Karya Sumadi kepada awak media.

 Ada Dewan Pengawas, Pengamat Nilai Pimpinan KPK Tak Ada Gengsinya Lagi

Pria asal Sumatera Selatan itu mengatakan, pembangunan jalur kereta api menjadi prioritas.

Karena, merupakan angkutan transportasi massal yang efektif, baik dari segi waktu maupun jumlah penumpang atau barang yang diangkut.

“Selain itu karena kereta api juga ramah lingkungan. Kemudian dengan tol kita bisa sediakan bus besar sebagai transportasi massal yang tanpa awak juga,” paparnya.

 Menpora Imam Nahrawi Jadi Tersangka Korupsi, Jokowi Langsung Cari Penggantinya, Kader PKB Lagi?

Sementara, transportasi kapal akan menjadi alternatif berikutnya.

Sedangkan untuk transportasi udara menuju calon wilayah ibu kota baru, menurut Budi Karya Sumadi, akan mengandalkan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan.

“Pembangunan jalan tol dan kereta api dari Balikpapan ke sini menjadi prioritas."

 Bantah Balas Dendam, KPK Sebut Kasus Imam Nahrawi Disidik Sebelum UU 30/2002 Direvisi

"Karena, Balikpapan sudah memiliki bandara besar yang bisa diperpanjang landasan pacunya menjadi tiga ribu meter."

"Dan terminalnya kita tingkatkan mampu menampung tiga puluh juta penumpang per tahunnya,” ucap Budi Karya Sumadi.

Budi Karya Sumadi juga berencana mengoperasikan autonomous rail rapid transit (ART) di ibu kota baru.

 Diajak Konsultasi oleh Jokowi, Ini Saran Buya Syafii Maarif Soal Sosok yang Layak Masuk Kabinet

Hal itu disampaikan Budi Karya Sumadi seusai meninjau lokasi calon ibu kota baru di kawasan Mentawir, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (19/9/2019).

ART merupakan moda transportasi massal berupa bus atau kereta yang berjalan otomatis tanpa pengemudi dan tanpa rel.

Transportasi massal jenis ini sudah dioperasikan di Cina dengan dipandu cat di atas jalanan.

 Aksi Pria Misterius Resahkan Warga, Perempuan Diraba dan Diciumi, Jejak Kakinya Tertinggal di Tembok

“Transportasi massal yang efektif baik dari segi pengangkutan penumpang maupun waktu dan ramah lingkungan adalah kereta."

"Untuk kereta ada teknologi yang ‘advance’ bernama ART,” ucap Budi Karya Sumadi.

Menurutnya, penerapan ART ini akan menekan biaya karena tidak menggunakan rel.

 Komentari Status Tersangka Imam Nahrawi, Roy Suryo: Di Kemenpora Harus Sangat Waspada

“Karena kita tahu investasi untuk rel ini mahal sekali, bisa Rp 200 sampai 300 miliar untuk satu kilometer."

"Kalau menanjak bisa sampai Rp 400 miliar, kalau ini diterapkan akan menekan harga,” jelasnya.

Untuk tahap awal, Budi Karya Sumadi mengatakan ART yang akan dioperasikan di ibu kota baru berupa bus yang bersambungan.

 INI Fakta Sebenarnya Video Viral Unboxing Tabung Gas, Pemilik Warung Sampai Tidak Nafsu Makan

“Karena teknologinya baru jadi, maka kita akan operasikan bus yang tersambung."

"Kalau sudah mumpuni baru kereta. Tapi basis teknologi yang akan kita terapkan adalah autonomous rail,” terangnya.

Sementara, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya pembangunan infrastruktur transportasi di wilayah calon ibu kota baru, kepada Kemenhub.

 Imam Nahrawi Kirim Surat Pengunduran Diri, Jokowi Hormati Keputusan KPK

Isran Noor mengatakan, pihak Kemenhub lebih mengetahui desain besar mengenai pembangunan infrastruktur transportasi di wilayah calon ibu kota baru.

“Untuk rancangan besar jalur MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rapid Transit) serta jalur bus, Kemenhub lebih tahu."

"Kami tak punya kewenangan bagaimana sistem dan materinya, kami ikut saja,” terang Isran Noor saat menemani Menhub Budi Karya Sumadi meninjau wilayah calon ibu kota baru, Kamis (19/9/2019).

 VIDEO Garuda Muda Pesta 15 Gol ke Gawang Kepulauan Mariana Utara

Isran Noor mengatakan, pihak Pemprov Kaltim berperan mengurus masalah lahan serta daya dukungnya.

Ia pun menegaskan pembebasan lahan di wilayah Semboja yang menjadi lokasi ibu kota baru, bukan masalah berat bagi Pemprov Kaltim.

Karena, sebagian besar wilayah tersebut adalah lahan milik negara dan hanya sebagian kecil saja yang merupakan milik pribadi.

 Pengadilan Tinggi DKI Tolak Banding Ratna Sarumpaet, Pertimbangkan Kasasi

Pemerintah hanya menyiapkan dana relokasi atau biaya penataan lokasi yang tak terhindarkan."

"Karena, banyak masyarakat yang menggunakan lahan tersebut untuk usaha, tapi tidak menjadi beban.”

“Memang ada lahan yang bersertifikat tapi tidak banyak,” paparnya. (Theresia Felisiani/Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved