Breaking News:

PSSI Bantah Dekati Vincenzo Alberto Annese untuk Latih Timnas Senior, Kandidatnya Masih Dua

WAKIL Ketua Umum PSSI Cucu Soemantri membantah kabar adanya pendekatan kepada mantan pelatih PSIS Semarang Vincenzo Alberto Annese.

Tribun Jogja
Pelatih PSIS Semarang, Vincenzo Alberto Annese saat sesi jumpa pers jelang pertandingan melawan Persija pada pekan kelima Liga 1 2018 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis (19/4/2018). TRIBUNJOGJA.COM/HANIF SURYO 

Hal tersebut sudah diumumkan langsung oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, di sela laga Timnas U-23 melawan Brunei Darussalam di Stadion Binan, Filipina, Selasa (3/12/2019).

 ‎Megawati Pernah Marahi Menlu dan Panglima TNI karena Biarkan Prabowo Tak Punya Kewarganegaraan

"Ada kemungkinan juga terpenuhi kami bisa ambil keduanya. Satu untuk senior, dan satu untuk tim di bawahnya," papar Iwan Bule.

Sebelumnya, PSSI menerima pelatih asal Spanyol, Luis Milla, untuk mempresentasikan proposalnya sebagai calon pelatih tim nasional senior Indonesia di Manila, Filipina, Jumat (29/11/2019) malam.

Sebelumnya, pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, juga melakukan hal yang sama.

Dalam presentasi ini, Ketua umum PSSI Mochamad Iriawan didampingi Wakil Ketua Umum Iwan Budianto dan Cucu Somantri, dan Sekretaris Jenderal Ratu Tisha.

 FPI Nyatakan Setia pada Pancasila tapi di Anggaran Dasarnya Ternyata Masih Sebut Khilafah

Hadir juga beberapa anggota komite eksekutif, seperti Son Hadji, Haruna Soemitro, Endry Erawan, dan Yunus Nusi.

Pertemuan berlangsung sekitar dua jam.

Pengurus PSSI memberikan kesempatan kepada Luis Milla untuk menjelaskan proposal dan rencana program kepelatihannya.

 Menteri Agama Bilang Khilafah di AD/ART FPI Beda dengan HTI, Anggap Masalah Enteng

Luis Milla hadir bersama Eduardo yang merupakan mantan asistennya saat melatih Timnas Indonesia beberapa waktu lalu.

Presentasi dilakukan di Manila karena kebetulan jajaran pengurus PSSI tengah mendukung Timnas Indonesia di SEA Games 2019.

Kondisi ini hampir sama dengan Shin Tae-yong yang presentasinya dilakukan di Kuala Lumpur, Malaysia, saat jajaran pengurus PSSI bertemu Presiden dan Sekjen AFC.

 93 Ribu Warga Kota Bekasi Belum Punya KTP Elektronik, Sampai Akhir Tahun Bisa Tembus 100 Ribu

Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Somantri mengungkapkan, setelah presentasi ini, PSSI akan mempertimbangkan dan membandingkan proposal masing-masing pelatih.

"Tentu targetnya adalah juara yang menjadi tolak ukur."

"Jika gagal, mereka secara sadar harus mengakui dan tidak lagi menyalahkan federasi," tegas Cucu, dikutip dari laman pssi.org.

 Kasus Korupsi KTP Elektronik Bikin Trauma Pegawai Kemendagri dan Kemenkeu, Imbasnya Blangko Kosong

Cucu mengungkapkan, saat ditanya target juara Piala AFF 2022, Luis Milla tidak berani secara langsung menyatakan secara tegas bisa.

Dia hanya menyatakan akan berupaya keras untuk memenuhi target itu.

Luis Milla mempresentasikan proposalnya sebagai calon pelatih tim nasional senior Indonesia di Manila, Filipina, Jumat (29/11/2019) malam.
Luis Milla mempresentasikan proposalnya sebagai calon pelatih tim nasional senior Indonesia di Manila, Filipina, Jumat (29/11/2019) malam. (pssi.org)

Hal ini berbeda dari Shin Tae-yong yang menyatakan sanggup dengan disertai pemaparan programnya.

 Berstatus Kawasan Wisata Super Premium, Jokowi Batasi Jumlah Wisawatan di Labuan Bajo

Soal presentasi Luis Milla, Cucu menilai tidak ada hal yang baru dari program kepelatihan yang disampaikan.

Karena itu, PSSI meminta garansi apakah Luis Milla bisa membawa tim Indonesia menjadi juara.

"Dia sudah melatih cukup lama, jadi harusnya bukan cuma proses lagi, tetapi hasil, yakni gelar juara seperti yang didambakan masyarakat Indonesia," jelas Cucu.

 Takkan Cabut Rekomendasi Perpanjangan SKT FPI, Menteri Agama: Kenapa Sih Harus Dihalangi?

Dalam pemilihan pelatih, PSSI ingin yang terbaik, yakni pelatih yang bisa membawa Indonesia juara, seperti yang dinantikan publik.

Karena itu, PSSI juga ingin pelatih agar disiplin dalam bekerja, yakni fokus membangun timnas dan harus berkantor untuk memudahkan koordinasi.

Sementara, Luis Milla mengaku senang dan berterima kasih mendapat undangan presentasi dari PSSI.

 CAMAT Unggah Video Panas Bareng Selingkuhan ke WhatsApp, Langsung Turun Jabatan Jadi Staf

"Saya ingin kembali karena saya suka atmosfer sepak bola Indonesia dan tantangannya," ucap Luis Milla.

Sementara, Pelatih Bali United Stefano Cugurra Teco menyatakan kesiapannya jika diminta melatih Timnas Indonesia, setelah PSSI memecat Simon McMenemy.

Teco secara blak-blakan mengaku dirinya punya modal berharga untuk mengarsiteki Timnas Indonesia, karena memiliki pengalaman melatih klub Liga 1.

 Shin Tae-yong Lebih Pede, Luis Milla Tak Berani Targetkan RI Juara Piala AFF 2022, PSSI Pilih Siapa?

Tak hanya sukses membawa Persija Jakarta juara, musim ini pun Teco sukses mengantarkan Bali United bersiap merengkuh gelar juara.

Di lain sisi, Teco punya kelebihan menguasai Bahasa Indonesia yang dinilainya mampu menjembatani komunikasi dengan para pemain.

Stefano Cugurra telah menyatakan kesiapannya menjadi pelatih Timnas Indonesia apabila diberi kesempatan.

 Prabowo Dipastikan Absen, GNPF dan FPI Usahakan Rizieq Shihab Hadiri Reuni 212

Pelatih yang akrab disapa Teco ini memiliki kredibilitas yang mumpuni setelah tiga tahun berkarier sebagai pelatih klub Liga 1.

Ia memiliki prestasi cemerlang seperti menjuarai Liga 1 2018 bersama Persija Jakarta, dan kini membawa Bali United di puncak klasemen sementara Liga 1 2019.

Ketika ditanya perihal peluang menukangi Timnas Indonesia, Teco mengaku sangat siap jika harus mengemban tugas tersebut.

 KPK Masih Berharap Jokowi Terbitkan Perppu Saat Hari Anti Korupsi 9 Desember, Istana Tutup Pintu

"Saya pasti siap (ke Timnas Indonesia), karena saya sudah kerja tiga tahun sebagai pelatih kepala di dua klub berbeda, Bali United dan Persija," ucap Teco tegas, Jumat (29/11/2019).

Menurut Teco, dirinya sudah memahami karakter semua pemain Indonesia yang pernah tampil di Liga 1 2019.

Klaim itu datang dari pengalaman yang dimiliki pelatih yang sudah memulai kariernya di dunia sepak bola nasional sejak 2003 itu.

 PA 212 Klaim Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Reuni di Monas, Bus Sudah Dipanjar tiba-tiba Dibatalkan

"Saya tahu benar semua pemain yang ada dalam Liga 1 Indonesia, saya sudah paham semua pemain," ucap Teco.

"Sejak awal karier sebagai pelatih fisik, lima tahun saya di Persebaya Surabaya dan bisa tiga kali juara di sana," bebernyaa.

Kemudian, pelatih berusia 45 tahun ini menyebut satu keunggulan yang ia miliki dibanding Luis Milla dan Shin Tae-yong.

 Tak Cari Sensasi, Humphrey Djemat Tegaskan Calon Menteri Dipalak Parpol Rp 500 Miliar Benar Adanya

Keunggulan tersebut sangat berguna untuk membantu melatih Indonesia.

Menurut Teco, kemampuan dalam berbahasa Indonesia yang dimilikinya saat ini, mampu mempermudah proses komunikasi yang efektif kepada para pemain.

Alhasil, strategi yang diterapkan mudah diterima oleh para pemain Indonesia.

 Garang Saat Beraksi, Pelaku Persekusi Dua Anggota Banser Gugup Ketika Minta Maaf di Kantor Polisi

"Saya bisa belajar Bahasa Indonesia di sana (Persebaya), untuk komunikasi lancar dengan semua pemain," jelas Teco.

PSSI kini bahkan punya satu tambahan opsi, setelah pelatih Timnas U-23 Indra Sjafri mengungkapkan minatnya melatih timnas senior.

Indra Sjafri sempat menyatakan punya proses dan prestasi yang baik saat menakhodai Timnas Indonesia, dari tim junior hingga saat ini.

 Susi Pudjiastuti Ungkap Harga Benih Lobster Jauh Lebih Mahal Ketimbang Harley Davidson dan Brompton

"Yang disampaikan saya itu harap tulis di koran, kalau perlu di semua media Indonesia."

"Indra Sjafri adalah pelatih yang punya proses yang baik, dan sekarang siap untuk ditunjuk menjadi pelatih Timnas senior," tegasnya. (*)

Penulis: Wahyu Septiana
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved