Breaking News:

Histori

Pertanyaan Soekarno Selama 10 Tahun Akhirnya Terjawab Setelah Bertemu Prof Kadarun Yahya

Gara-gara pertemuan sakral antara Soekarno dan Kadirun Yahya MSc ahli sufi, pertanyaan itu bisa terjawab.

net
Presiden Soekarno tanya hal yang diluar nalar pada Prof DR Kadirun Yahya soal Allah 

“Lantas manakah yang lebih banyak dan lebih lama pengorbanannya antara pangkat-pangkat dunia dibanding dengan pangkat sorga?” tanyanya.

“Untuk Presiden, Jenderal, Profesor harus berpuluh-puluh tahun berkorban dan berabdi pada Negara, nusa dan bangsa atau pada ilmu pengetahuan.

Sedangkan untuk mendapatkan sorga harus berkorban untuk Allah segala-galanya.

Berpuluh-puluh tahun terus menerus, bahkan menurut agama Hindu atau Budha harus beribu-ribu kali hidup dan berabdi, baru barangkali dapat masuk Nirwana,” jawab Prof. Kadirun.

“Accoord”, kata Bung Karno (panggilan akrab Presiden).

“Nu heb ik je te pakken Professor (sekarang baru dapat kutangkap engkau Profesor)” lanjut Bung Karno. Tampak mukanya cerah berseri dengan senyumnya yang khas.

Dan kelihatannya Bung Karno belum ingin cepat-cepat bertanya untuk yang pokok masalah.

“Saya cerita sedikit dulu” kata Bung Karno. “Silakan Bapak Presiden”.

Profesor Kadirun Yahya pun lanjut menjawabnya. “Dengan mendapatkan frekuensi-Nya. Tanpa mendapatkan frekuensi-Nya tak mungkin ada kontak dengan Tuhan.”

Pecahnya Tangis Presiden Soekarno karena Harus Menandatangani Hukuman Mati Sahabat Dekatnya

“Lihat saja, walaupun 1 mm jaraknya dari sebuah zender radio, kita letakkan radio dengan frekuensi yang tidak sama, maka radio kita itu tidak akan mengeluarkan suara dari zender tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Dian Anditya Mutiara
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved