Breaking News:

Hak Asasi Manusia

Terungkap Cara Komunis Cina Membuat Indonesia Bungkam pada Kekejaman yang Dialami Bangsa Uighur

Omer Kanat, seorang etnis Uighur yang memimpin proyek Hak Asasi Manusia Uyghur di Washington, mengunjungi Jakarta.

Penulis: Gede Moenanto | Editor: Gede Moenanto
Wall Street Journal
Kekejaman yang dialami masyarakat Muslim ditutupi dengan kunjungan wisata dan tur yang menutupi fakta-fakta yang dialami masyarakat di Xinjiang. 

SEJUMLAH berita terkait perlakuan kejam yang dialami oleh masyarakat Uighur di Xinjiang tidak membuat Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar bersuara.

Media internasional, Wall Street Journal (WSJ) mengungkap tentang membisunya organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan terbesar di negara Muslim terbesar pada kekejaman yang terjadi.

Sebagaimana dikutip Warta Kota dari WSJ, berita dengan judul Bagaimana Cina Membujuk Satu Bangsa Muslim untuk Tetap Membisu di Kamp Xinjiang menyentak perhatian publik.

Omer Kanat, seorang etnis Uighur yang memimpin Proyek Hak Asasi Manusia Uyghur di Washington, mengunjungi Jakarta, awal tahun ini, yang dilakukannya untuk melobi para pemimpin Islam untuk berbicara menentang apa yang ia gambarkan sebagai penggunaan kamp konsentrasi Cina untuk mengindoktrinasi warga Uighur dan menghapuskan Islam.

Dia mengatakan, beberapa pemimpin Muslim Indonesia telah dikunjungi oleh para diplomat Cina, dan mereka curiga, menanyakan kepadanya apakah konspirasi Amerika bahwa Cina menganiaya warga Uighur.

"Mereka sangat yakin dengan apa yang dikatakan orang China," kata Kanat.

Diungkap WSJ, tentang Beijing mendanai kunjungan para pemimpin agama Indonesia untuk menunjukkan bagaimana kamp konsentrasi untuk menyiksa umat Muslim hanya disebut sebagai pusat pendidikan kembali.

Meski bangsa Uighur hidup damai, tapi mereka dipaksa memasuki kamp konsentrasi dan dibungkam selamanya menyaksikan kekejaman penyiksaan, orang dkuliti hidup-hidup, mereka yang diperkosa berama-ramai, sampai bukan saja kehilangan kehormatannya.

Para gadis Uighur yang dijadikan sebagai manusia untuk diperkosa berkali-kali juga disuntik dengan pencegah kehamilan.

Minimal mereka yang memasuki kamp konsentrasi itu sakit jiwa dan mati.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved