Fintech

OJK Mempertimbangkan Jumlah Fintech di Indonesia Akan Dibatasi

Hingga Oktober 2019, realisasi akumulasi pinjaman fintech tumbuh 200,01 persen dibandingkan akhir tahun lalu mencapai Rp 67,99 triliun.

thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Bisnis financial technology (fintech) memang terus berkembang.

Hingga Oktober 2019, realisasi akumulasi pinjaman fintech tumbuh 200,01 persen dibandingkan akhir tahun lalu mencapai Rp 67,99 triliun.

Pinjaman tersebut disalurkan dari 144 entitas fintech yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Namun di masa-masa awal perkembangan seperti saat ini, ternyata OJK mempertimbangkan untuk membatasi jumlah fintech.

INI Bocoran Nama-nama Anggota Wantimpres yang Bakal Dilantik Jokowi, Ada Wiranto

"Kalau lihat jumlahnya, ini digital, bisa cover dimana pun. Mau dia di Jakarta, dia bisa kover Aceh sampai Papua. Sama-sama dengan asosiasi, kami sedang mereview, cukup tidak jumlah pemainnya," kata Kepala Eksekutif Industri Keuangan Non-Bank OJK, Riswinandi, baru-baru ini.

Kendati demikian, OJK masih mempelajari jumlah ideal fintech bersama dengan pelaku bisnis ini dan asosiasi.

OJK juga sedang mereview dan memperbaiki peraturan soal pinjaman fintech termasuk implementasinya di lapangan.

Komisi II DPR RI Ingatkan ASN di Pemkot Depok untuk Netral Dalam Pilkada Depok 2020

Riswinandi mengatakan, aturan mengenai bisnis ini yang tertuang dalam beleid POJK Nomor 77 tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi juga tengah ditinjau ulang.

Namun mantan bankir Bank Mandiri ini belum bisa menyampaikan poin-poin apa saja.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia (AFPI), Adrian Gunadi, mengatakan, asosiasi ingin mengoptimalkan fintech yang sudah ada saat ini.

Kendati demikian, Adrian menyatakan bahwa hal ini masih dalam tahapan diskusi antara asosiasi dengan OJK.

Ini Rahasianya Sambo Indonesia Rebut 4 Medali Emas SEA Games 2019

Ia juga belum bisa menyampaikan jumlah ideal pemain di industri ini.

Namun, dari 144 entitas yang sudah terdaftar di OJK, perlu dianalisis lebih dalam berapa banyak yang sudah melayani segmen mikro, produktif, dan konsumtif.

Dari pemetaan inilah maka akan bisa keluar berapa jumlah fintech yang ideal.

Lagi, Solok Selatan Diterjang Banjir Bandang, Jembatan Langsung Ambruk

Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Bisa dibatasi, OJK Tengah Menghitung Ulang Jumlah Fintech yang Ideal

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved