Breaking News:

Naila Novaranti Penerjun Payung Wanita Yang Sukses Taklukan Antartika

Walaupun terbilang berbahaya, namun Naila berhasil menaklukan benua asing tersebut dengan aksi terjun payungnya

Penulis: | Editor: M Nur Ichsan Arief
dokpri
Naila Novaranti 

WARTA KOTA, PALMERAH  -------  Naila Novaranti, penerjun payung wanita dari Indonesia, berhasil menaklukan benua antartika lewat aksi terjun payungnya yang ekstrim, Kamis pekan lalu.

Naila Novaranti
Naila Novaranti (dokpri)

Aksi nekat Naila ini merupakan bagian dari misinya dalam menaklukan 7 benua di Dunia dengan melakukan terjun payung.

Benua Antartika, salah satu tempat yang paling ekstrem di dunia, sulit dijangkau dan hanya dikunjungi bagi mereka yang berkepentingan seperti para peneliti, penjelajah, dan wisatawan.

Naila Novaranti
Naila Novaranti (dokpri)

Walaupun terbilang berbahaya, namun Naila berhasil menaklukan benua asing tersebut dengan aksi terjun payungnya, sambil mengibarkan Bendera Merah Putih di ketinggian 13.500 kaki (4.114 m). 

"Puji syukur alhamdulillah, akhirnya saya bisa juga menaklukan Antartika, dan menjadi wanita Indonesia pertama dan tercepat di Dunia yang melakukan aksi terjun payung ke-7 Benua", kata Naila Novaranti, yang sebelum pada 16 November 2018 yang lalu, berhasil menaklukan ketinggian Gunung Everst, di Nepal.

Naila Novaranti
Naila Novaranti (dokpri)

Naila mengakui aksinya ini banyak menemui kendala, mulai dari cuaca yang sangat dingin, lokasi yang berbahaya serta masalah dropping zone atau tempat mendarat.

Ia mengungkapkan bahwa seluruh daratan Antartika itu tertutup es sehingga membuat dirinya kesulitan untuk mengetahui ketebalan lapisan es yang akan didarati.

Naila Novaranti
Naila Novaranti (dokpri)

"Sedikit saja saya salah dalam mengambil keputusan untuk mendarat, pastinya saya akan terperosok ke dalam longsoran lapisan es yang sangat tajam dengan jurang yang terjal", ujar peraih predikat "Women of The Year 2019" dan Ikon Pancasila ini 

Di Antartika, Naila menggunakan parasut yang berbeda dari biasanya, dengan menggunakan pesawat De Haviland DHC-6 Twin Otter bermesin ganda bernama Ilyushin 1992, yang dilengkapi skid pendarat untuk pendaratan di wilayah beriklim salju. Ini pengalaman yang luar biasa dan saya bangga sekali bisa melakukannya”, ucap ibu tiga anak ini.

Naila Novaranti
Naila Novaranti (dokpri)

Kutub Selatan atau Antartika, adalah wilayah yang jarang dikunjungi oleh manusia, suhunya sangat dingin dan ekstrim, meskipun begitu, tak membuat Naila menyerah, Naila ternyata berhasil menyelesaikan misinya dalam waktu beberapa hari saja.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved