Tips Mengemudi
Pemilik dan Pengemudi Kendaraan Bermotor Perlu Ekstra Perhatian Kala Berkendara di Musim Hujan
Masalahnya, hujan seringkali juga datang bersama banjir di sejumlah wilayah. Bagi pemilik mobil, banjir bisa berdampak pengeluaran bisa puluhan juta.
Musim hujan yang ditunggu banyak orang di Indonesia setelah kemarau panjang sudah mulai kita alami di bulan Desember ini.
Masalahnya, hujan seringkali juga datang bersama banjir di sejumlah wilayah.
Bagi pemilik mobil, banjir bisa berdampak pengeluaran bernilai puluhan juta rupiah.
Presidium Indonesia Traffic Watch, Edison Siahaan menyampaikan himbauan kepada pemerintah dan pemilik kendaraan.
Pemerintah diharapkan lebih sering memperhatikan kondisi jalan, terutama yang rawan banjir.
Kepolisian pun diharapkan lebih sigap karena potensi gangguan lalu lintas saat hujan lebih tinggi.
• Sejumlah 13 Pelaku Curanmor yang Beraksi Cukup Hanya 3 Detik Berhasil Dicokok Petugas Kepolisian
Sementara, kepada pemilik kendaraan, Edison menghimbau agar kendaraan diperhatikan dan diperiksa lebih teliti.
Hal itu terutama memastikan kendaraan tidak mogok kala dikendarai saat hujan.
“Kelancaran lalu lintas bisa terganggu,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Kamis (12/12/2019).
• Terungkap Heroin 5 Kg Milik Bandar Pakistan yang Ditembak Mati Dipasok untuk Pesta Malam Tahun Baru
Ada beragam dampak banjir pada mobil kesayangan.
Dampak paling murah adalah interior kotor.
Biaya salon mobil untuk pembersihan total interior paling sedikit Rp 3 juta.
Pemilik harus membayar lebih mahal jika banjir sampai merendam ruang mesin dan berdampak pada electronic control unit (ECU).
Hampir tidak ada mobil berusia sedikitnya 5 tahun yang tidak dilengkapi ECU yang fungsinya antara mengatur pasokan bahan bakar ke mesin hingga pengapian.
Jika rusak, biaya pergantiannya mulai dari Rp 12 juta.
Kerusakan paling parah adalah water hammer.
Kondisi ini terjadi bila air masuk ruang pembakaran mesin.
Kondisi ini bisa mengganggu kinerja piston.
Lebih parah bila setang piston bengkok lalu menghamtam blok mesin.
Dalam kondisi ini, mesin harus diganti baru.
Biaya penggantian mesin paling sedikit Rp 50 juta.
Antisipasi
Untuk mencegah dampak yang mengharuskan pemilik kendaraan menghabiskan hingga puluhan juta rupiah, mau tidak mau harus menghindari banjir.
Bila terpaksa melewati genangan dengan ketinggian kurang setengah dari tinggi ban, pastikan kendaraan menggunakan perseneling dan kecepatan rendah. Jaga kendaraan tetap menyala sampai genangan terlewati.
Jika jalan raya sudah tergenang dengan ketinggian setengah tinggi ban atau lebih, maka pengemudi disarankan harus segera mematikan mesin, mencabut kunci kontak dan keluar dari mobil mencari tempat yang lebih tinggi dan aman.
Jika memungkinkan, segera mencabut kabel aki sebelum meninggalkan kendaraan.
Tujuannya untuk mencegah korslet yang bisa menimbulkan kerusakan lebih parah. Segera hubungi layanan derek untuk membawa mobil ke bengkel langganan atau bengkel terdekat
Perlindungan
Tidak kalah penting adalah memiliki perlindungan berupa asuransi kendaraan.
Antisipasi dilakukan dengan menyiapkan perlindungan asuransi terhadap kendaraan yang dimiliki, saat musim penghujan adalah satu hal penting untuk diperhatikan oleh para pemilik kendaraan agar bisa meminimalkan risiko kerugian yang mungkin terjadi.
“Di Allianz Indonesia, kami memiliki asuransi kendaraan Allianz Mobilku yang menawarkan beberapa jenis paket asuransi kendaraan sesuai kebutuhan yang bisa dipilih oleh pemilik mobil."
Pastikan untuk selalu mengetahui cakupan perlindungan polis asuransi kendaraan yang dipilih, menyimpan nomer call centre Allianz di perangkat telepon selular (ponsel) Anda untuk kondisi darurat, mengikuti ketentuan persyaratan dan prosedur klaim yang berlaku, serta melengkapi dokumen yang dibutuhkan saat melakukan klaim asuransi kendaraan agar klaim asuransi kendaraan bisa diproses," kata Ignatius Hendrawan, Head of Claims Management Allianz Utama Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/dua-jam-hujan-lebat-landa-jakarta-timur-jalan-di-panjaitan-tergenang051.jpg)