Breaking News:

Maruf Amin Setuju Koruptor Dihukum Mati karena Agama Membolehkan, Sekjen PDIP Minta Hati-hati

WAKIL Presiden Maruf Amin mendukung wacana penerapan hukuman mati bagi koruptor.

Kompas/Lucky Pransiska
Spanduk berisi pesan hukuman mati bagi koruptor di jembatan penyeberangan di Jakarta. 

WAKIL Presiden Maruf Amin mendukung wacana penerapan hukuman mati bagi koruptor.

Alasannya, dalam undang-undang di Indonesia maupun dari sisi agama, memperbolehkan hukuman itu diberlakukan, dengan syarat-syarat yang tentu harus dipenuhi.

Hal itu disampaikan Maruf Amin di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).

Optimistis Polisi Ungkap Kasus Novel Baswedan, Kompolnas Yakin Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

"Saya kira dalam Undang-undang Tipikor kan sudah ada kemungkinan dihukum mati itu dengan syarat-syarat tertentu."

"Agama juga membolehkan dalam kasus pidana tertentu yang memang sulit untuk diatasi dengan cara-cara lain."

"Kalau itu sudah tidak bisa kecuali harus dihukum mati, ya dihukum mati dengan syarat-syarat yang ketat," katanya.

DAFTAR Indeks Kerukunan Umat Beragama 2019: DKI Jakarta di Bawah Rata-rata Nasional

Hukuman mati, ujar Maruf Amin, dapat menjadi cara menurunkan angka korupsi.

"Jadi hukuman mati itu hukuman yang paling tinggi saya kira, membuat orang tidak berani melakukan tindakan korupsi. Banyak negara membolehkan hukuman mati," tutur Maruf Amin.

Sementara, Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menilai wacana hukuman mati bagi koruptor perlu kajian dan pertimbangan sisi kemanusiaan.

Jumlah Anggota TGUPP Dipangkas tapi Anggarannya Tetap Rp 19,8 Miliar, Kok Bisa?

Sebab, menurut dia hal seperti ini punya sifat terapi kejut yang cukup besar.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved