IPW Sebut Irjen Listyo Jadi Kabareskrim karena Dekat Jokowi, Presiden Dinilai Tak Taat Prosedur

KETUA Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengkritik penunjukan Irjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kabareskrim Polri.

IPW Sebut Irjen Listyo Jadi Kabareskrim karena Dekat Jokowi, Presiden Dinilai Tak Taat Prosedur
Nibras Nada
Komjen Listyo Sigit Prabowo jadi Kabareskrim, pernah menjadi ajudan Presiden Jokowi 

KETUA Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengkritik penunjukan Irjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kabareskrim Polri.

Neta S Pane menilai, selain dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kenaikan jabatan mantan ajudan Presiden itu juga melalui proses yang 'tak lazim'.

Menurut Neta S Pane, dalam sejarah kepolisian, belum pernah mantan ajudan Presiden 'loncat' menjadi Kapolda.

BEGINI Skema Program Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter Pengganti Ujian Nasional

"Seharusnya setelah menjadi ajudan, dia menjadi perwira menengah dulu."

"Bahkan dia satu tahun di Mabes Polri harusnya jadi Kapolda."

"Ini begitu lepas jadi ajudan langsung Kapolda Banten. Ini luar biasa," kata Neta S Pane saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).

Optimistis Polisi Ungkap Kasus Novel Baswedan, Kompolnas Yakin Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

Neta S Pane menjelaskan, setelah menjadi Kadiv Propam, Listyo yang lulusan Akpol 1990 langsung jadi Kabareskrim dengan melompati sejumlah seniornya.

"Dia bakal pensiun 6 tahun lagi. Itu malah merugikan dia."

"Tak pernah menjadi Kapolda tipe A malah jadi Kabareskrim. Dia akan berputar di elite polisi selama 6 tahun," ulas Neta S Pane.

DAFTAR Indeks Kerukunan Umat Beragama 2019: DKI Jakarta di Bawah Rata-rata Nasional

Neta S Pane menyebut, loncatan mantan Kapolda Banten itu justru membuat kariwrnya tak berkembang.

Halaman
1234
document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Editor: Yaspen Martinus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved