liga champions

Edinson Cavani Tak Menyangka Neymar Bisa Bersikap Sopan

Pertandingan antara Paris Saint-Germain (PSG) melawan Galatasaray di Parc de Princes, Kamis (12/12) dini hari WIB, ada sesuatu yang menarik.

Edinson Cavani Tak Menyangka Neymar Bisa Bersikap Sopan
Ist
Edinson Cavani 

Pertandingan laga keenam Grup A Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) melawan Galatasaray di Parc de Princes, Kamis (12/12) dini hari WIB, terdapat kisah menarik.

Neymar yang selama ini terlihat sombong dan berseteru dengan Edinson Cavani, justru mempersilakan pemain asal Uruguay itu menendang penalti. Ini menjadi bukti keduanya telah melupakan insiden rebutan penalti pada 2017 silam.

Neymar
Neymar (Goal)

PSG berhasil menang 5-0 atas Galatasaray. Tuan rumah menggelontorkan lima gol lewat Mauro Icardi, Pablo Sarabia, Neymar, Kylian Mbappe dan penalti Cavani

Sebelum gol Cavani ada sebuah kejadian yang mencuri perhatian banyak pihak. Usai wasit menunjuk titik putih akibat Mbappe dilanggar Ryan Donk, Neymar terlihat langsung memberikan bola kepada Cavani.

Situasi ini dianggap anomali karena dua musim lalu, mereka berebut menendang penalti saat melawan Olympique Lyon di Liga Prancis. Akibat insiden tersebut keduanya dikabarkan sempat 'perang dingin'.

Sikap bijaksana Neymar pada laga melawan Galatasaray ini menjadi bukti bahwa hubungan keduanya sudah membaik. Cavani pun menyambut dan merangkul Neymar sebagai ucapan terima kasih. Gestur tersebut mendapat reaksi positif dari penggemar PSG. Di akun Twitter mereka memuji Neymar.

Pelatih PSG, Thomas Tuchel, tak segan memberikan pujian untuk sikap Neymar tersebut. Ia menyebut mantan pemain Santos tersebut kini punya pengaruh positif bagi tim.

"Itu sikap yang bagus. Semua orang bisa melihat, Neymar sangat sensitif. Dia memberikan bola kepada Edinson dan itu adalah pertanda yang baik untuk tim," ujar Tuchel dikutip dari Yahoo Sport.

"Neymar sudah menunjukkan peran yang sangat penting sejak menghadapi Montpellier. Dia punya peran penting bagi kami dan dia semakin baik," lanjutnya.

"Dia bekerja keras kali ini, memenangi banyak bola dan bermain dengan baik. Dia telah menemukan bentuk permainannya. Sekarang menjadi lebih mudah baginya," tutur Tuchel.

"Cavani belum menemukan ritme tersebut. Itu kesalahan saya dan karena cederanya. Penting baginya untuk mencetak gol. Ini adalah cara terbaik untuk mendapatkan kepercayaan diri dan saya sangat bahagia untuknya," jelas pelatih asal Jerman ini terkait gol Cavani.

Menurut Tuchel, akhir-akhir ini kondisi Cavani memang tidak stabil. Pemain berusia 32 tahun itu tercatat hanya empat kali jadi starter di Ligue 1 musim ini. Pasalnya, dia mengalami cedera.

Ketika Cavani absen, Icardi yang menggantikan posisinya dan bermain sangat baik. Alhasil, setelah Cavani sembuh, Tuchel tetap mempercayakan posisi utama striker PSG kepada Icardi.

"Saya berbicara dengan Cavani. Kami berdua tahu ini sangat sulit baginya. Ini bukan hanya keputusan yang sulit bagi saya, ini juga menyedihkan. Kami memainkan banyak pertandingan dengan tiga striker termasuk satu pemain nomor sembilan. Cavani cedera pada awal musim, itu bukan salahnya. Sedangkan Icardi bermain sangat baik selama periode itu, dia banyak mencetak gol," kata Tuchel di Soccerway.

Penulis: Valentino Verry
Editor: Valentino Verry
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved