Berita Depok

Soal Jalan Rusak GDC, DPRD Kota Depok: Kalau Sampai Meninggal Pemkot Bisa Dituntut

Kasus jalan rusak di Grand Depok City yang menimbulkan banyak kecelakaan tak bisa diselesaikan kasus perkasus.

Warta Kota
Pengendara melewati Jalan rusak di Grand Depok City, Cilodong, Depok, dengan hati-hati agar tak terperosok ke lubang dan batu kerikil yang kerap membahayakan terlebih saat hujan, Selasa (10/12/2019). 

Soal Jalan Rusak GDC, DPRD Kota Depok: Kalau Sampai Meninggal, Pemkot Depok Bisa Dituntut

Ikravany Hilman anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan  mengatakan, kasus jalan rusak di Grand Depok City (GDC) yang menimbulkan banyak kecelakaan tak bisa diselesaikan kasus perkasus.

Saat dihubungi wartawan, Ikra mengatakan pihaknya telah melakukan rapat Fraksi PDIP dan berencana untuk mengecek lebih lanjut status kepemilikan jalan GDC.

"Apakah sudah diserahkan ke Pemkot atau belum, atau itu masih jalannya (milik) GDC, itu yang akan kami cari tahu lebih dulu," kata Ikra, Selasa (10/12/2019).

Kerusakan Ruas Jalan Grand Depok City Sejak Awal Tahun Ini Sudah Banyak Makan Korban

Ikra menilai, pembuatan jalan berupa betonisasi di sebagian jalan GDC memang berbahaya.

Sebab, betonisasi dikerjakan satu persatu di jalurnya sehingga menimbulkan perbedaan ketinggian jalan terhadap jalur lain, dengan begitu, tak menutup kemungkinan pengendara yang melitas bisa saja terperosok dan jatuh.

"Kalau sampai meninggal, Pemkot bisa dituntut peetanggung jawabannya," ujar Ikra.

Rusak Selama Bertahun-tahun, Akhirnya Jalan Rusak di Babelan Kabupaten Bekasi Diperbaiki

Terlebih jalur GDC merupakan arteri atau jalan utama yang menjadi akses warga Depok untuk menuju ke Cilodong, atau pun ke Pancoran Mas.

Meski nantinya jalan tersebut milik pengembang, namun Ikra tetap menilai Pemkot memiliki kewajiban melakuka pengawasan terhadap jalan tersebut.

"Pemkot bisa melakukan pembinaan terhadap pengembang untuk memerhatikam keselamatan untuk warganya," papar Ikra.

Ketua Fraksi PDIP ini juga mengaku akan membentuk panitia khusus untuk mengecek aset-aset Pemkot termasuk jalan GDC.

Terlebih dari informasi yang dihimpun Warta Kota, Pemkot merupakan pemilik aset jalan GDC yang terhitung mulai dari depan gedung Pemadam Kebakaran hingga menuju Pasar Pucung.

Namun sisanya yakni dari depan Gedung Damkar ke arah Jalan Kartini, masih dimiliki pengembang GDC.

Jalur tersebut itu pula lah yang sering memakan korban, sebab tak diurus secara baik sehingga banyak jalan berlubang dan juga kerikil-kerikil aspal yang tentunya membahayakan pengendara terutama roda dua.

"Karena ada aset-aset milik pengembang yang sebgaiannya itu diserahkan ke Pemkot, jadi banyak sebetulnya jenis aset Pemkot ini yang sampai sekarang pun belum clear (jelas)" ujar Ikra.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved