Film

Ngaku Sempat Stres Saat Garap Film Imperpect, Ernest Prakasa: Film Paling Capek dan Bikin Gila

Menurut Ernest Prakasa, film kelimanya, Imperpect: Karier, Cinta, dan Timbangan menjadi karya paling susah sekaligus menguras tenaga.

Ngaku Sempat Stres Saat Garap Film Imperpect, Ernest Prakasa: Film Paling Capek dan Bikin Gila
Arie Puji Waluyo
Ernest Prakasa dan Meira Anastasia 

Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya novelis Meira Anastasia yang juga istri Ernest. Film ini adalah kali kedua pasangan itu terlibat dalam penulisan naskah setelah Milly & Mamet (2018).

SUTRADARA dan penulis skenario Imperpect: Karier, Cinta, dan Timbangan Ernest Prakasa mengungkapkan pengalamannya saat menggarapan film terbarunya itu.

Menurut Ernest, film kelimanya tersebut menjadi karya paling susah sekaligus menguras tenaga.

Ia bahkan mengaku sempat stres ketika mencoba meramu adegan demi adegan agar menjadi film berkualitas.

Tak Pikirkan Target Penonton, Chand Parwez Ingin Misi Antibullying di Film Imperfect Tersampaikan

Unggah Video Mesranya dengan Reza Rahardian, Komika Kiky Saputri Dihujani Cacian, Ini Katanya

"Buat saya ini film paling stres, paling capek, paling bikin gila. Film ini soal transformasi fisik Jesica Mila (Rara) yang apa adanya. Kesulitannya ya itu, kita tidak mau pakai make up atau sesuatu yang ditempelkan di wajah Mila," ungkap Ernest di Bioskop Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).

"Kita harus nunggu sebulan agar dia benar-benar gemuk. Itu penantian yang membuat kita tertekan sekali. Tapi akhirnya rasa puasnya luar biasa," imbuhnya.

Produksi film terlama

Imperfect Karier Cinta & Timbangan merupakan film ke-5 karya sutradara Ernest Prakasa yang bekerja sama dengan Starvision.

Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya novelis Meira Anastasia yang juga istri Ernest. Film ini adalah kali kedua pasangan itu terlibat dalam penulisan naskah setelah Milly & Mamet (2018).

Produksi film yang dimulai pada 28 Juli 2019 dilakukan selama tiga puluh hari yang dibagi menjadi dua fase, yang diklaim Ernest sebagai produksi terlama sepanjang ia berkiprah sebagai sutradara.

"Ini film terlama saya juga, tiga bulan. Cukup lama untuk drama komedi. Syuting kita lakukan selama 29 hari. Kita pertama naikin berat badannya Jesica 10 kilogram," tuturnya.

"Terus kita syuting gemuknya dulu. Kemudian kita break sebulan buat kesempatan Mila nurunin berat badan. Kemudian fase kedua kita syuting saat Mila sudah turun berat badannya," ujar Ernest Prakasa.

Bergenre Komedi

Film ini melibatkan pemeran dengan jumlah terbanyak bila dibandingkan keempat film terakhir karya Ernest.

Film yang akan tayang 19 Desember 2019 ini bercerita tetang Rara, seorang wanita yang merasa tidak nyaman dengan tubuh tambunnya.

Film Indonesia bergenre komedi yang juga dibintangi Reza Rahadian itu memuat pesan penting tentang cara mencintai diri apa adanya dan kampanye anti bullying.

Film terbaru ini juga dibintangi Diah Permatasari, Dion Wiyoko, Wanda Hamidah, Diah Permatasari, Kiky Syaputri hingga Karina Nadila.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved