Persekusi

Ketua PBNU Puji Sikap Dua Anggota Banser Saat Dipersekusi di Kebayoran Lama

KETUA PBNU H Robikin Emhas mengapresiasi sikap dua anggota Banser yang tetap tenang dan tidak terprovokasi, saat dipersekusi orang tak dikenal.

nu.or.id
GP Ansor Depok dan anggotanya yang menjadi korban persekusi orang tidak dikenal, sedang melaporkan kasus ini ke Polres Jaksel. 

KETUA Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Robikin Emhas mengapresiasi sikap dua anggota Banser yang tetap tenang dan tidak terprovokasi, saat dipersekusi orang tak dikenal.

Aksi persekusi itu terjadi di Jalan Ciputat Raya, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).

"Sikap sahabat Eko Sutriyo dan Wildan patut dipuji."

Nasib Ade Armando di Kasus Meme Joker Anies Ditentukan Gelar Perkara

"Mereka berdua tetap tenang, sabar dan tidak terpancing provokasi berupa olokan, cacian, paksaan, dan tindakan yang mengesankan diri paling tahu Islam."

Hal itu disampaikan Robikin kepada NU Online di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Menurutnya, respons anggota Banser yang tetap tenang itu justru membuktikan kedalaman kualitas pemahaman keagamaan warga NU dan keluhuran akhlaknya.

DPRD DKI Sunat Jumlah Anggota Jadi 50 Orang, PDIP Menolak dan Minta Maksimal Cuma 17 Orang

Hal itu sebagaimana yang diajarkan oleh agama Islam.

Ia menegaskan, Islam melarang pengkafiran terhadap sesama muslim.

Menurutnya, mudahnya seseorang memvonis kafir orang lain bisa jadi karena ideologi takfiri yang belakangan berkembang di Indonesia.

Setelah Kapolri Bertemu Jokowi, Polisi Janji Takkan Berbulan-bulan Ungkap Kasus Novel Baswedan

Bagi ideologi takfiri, katanya, selain pengikut ajarannya adalah kafir.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved