Merdeka Belajar

Kemendikbud Realisasikan Program Merdeka Belajar di Dunia Pendidikan Indonesia

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) realisasikan program pokok kebijakan pendidikan bertajuk 'Merdeka Belajar'.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Rizki Amana
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim saat pemaparan di Rapat Koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Jakarta, Rabu (11/12/2019). 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merealisasikan program pokok kebijakan pendidikan bertajuk Merdeka Belajar.

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menuturkan, program tersebut merupakan tindaklanjut dari adanya arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Menurutnya, terdapat empat pokok program 'Merdeka Belajar' yang meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

"Empat program pokok kebijakan pendidikan tersebut akan menjadi arah pembelajaran kedepan yang fokus pada arahan Bapak Presiden dan Wakil Presiden dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” kata Mendikbud Nadiem Makarim, Rabu (11/12/2019).

 IIS DAHLIA Akhirnya Akui Suaminya Pilot Garuda Selundupkan Brompton dan Harley Davidson, Tapi

 TERUNGKAP Nikita Mirzani Kebingungan saat Didatangi Wanita Tak Dikenal Pinjam Uang, Ini Kisahnya

 Cinta Wanita Pemijat Berakhir Tragis Ditangan Tukang Jagal yang Sudah Jadi Selingkuhannya 7 Tahun

 UPDATE Video Diduga Ari Askhara Tak Mau Mundur dari Garuda Viral, Erick Thohir Singgung Jiwa Samurai

Nadiem menyampaikan itu pada peluncuran Empat Pokok Kebijakan Pendidikan Merdeka Belajar di Rapat Koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. 

Nadiem menjelaskan, arah kebijakan baru penyelenggaraan USBN, pada tahun 2020 akan diterapkan dengan ujian yang diselenggarakan hanya oleh sekolah.

Ujian tersebut dilakukan untuk menilai kompetensi siswa yang dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian lainnya yang lebih komprehensif, seperti portofolio dan penugasan (tugas kelompok, karya tulis, dan sebagainya).

 MENGAPA Perolehan Medali Indonesia Bisa Disalip Thailand dan Vietnam, Ini Jawabannya

"Dengan itu, guru dan sekolah lebih merdeka dalam penilaian hasil belajar siswa. Anggaran USBN sendiri dapat dialihkan untuk mengembangkan kapasitas guru dan sekolah, guna meningkatkan kualitas pembelajaran," paparnya.

Selanjutnya, mengenai ujian UN, tahun 2020 merupakan pelaksanaan UN untuk terakhir kalinya.

Ia mengatakan, penyelenggaraan UN tahun 2021, akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter.

 UNGKAP Kronologi Harley Davidson dan Brompton Selundupan, 2 Surat Ini Jadi Dasar Erick Thohir

Pelaksanaan ujian tersebut akan dilakukan oleh siswa yang berada di tengah jenjang sekolah (misalnya kelas 4, 8, 11), sehingga dapat mendorong guru dan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved