Breaking News:

LPSK Minta Pemerintah Buka Ruang Diskusi Bagi Korban Pelanggaran HAM

LPSK Minta Pemerintah Buka Ruang Diskusi Bagi Korban Pelanggaran HAM. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendukung pemerintah menyelesaikan kasus pelanggaran HAM yang terjadi di masa lalu.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan langkah pertama yang harus dilakukan pemerintah dimulai dari bertanya kepada korban untuk berdiskusi menyelesaikan masalah.

"Untuk menyelesaikan pelanggaran HAM berat bisa dimulai dengan bertanya kepada korban, model penyelesaian seperti apa yang mereka kehendaki," kata Edwin di kantor LPSK, Jakarta Timur, Selasa (10/12).

Setelah mendengar pendapat korban terkait penyelesaian yang diinginkan, pemerintah dapat mengambil keputusan cara penyelesaian.

Edwin menuturkan penyelesaian berpeluang menimbulkan pro kontra sehinga lebih baik tak dibatasi mekanisme formil yudisial dan non yudisial.

"Namun pemerintah harus tetap menyediakan ruang pada mekanisme penyelesaian yang menggunakan pendekatan hukum baik melalui pengadilan HAM atau KKR," ujarnya.

Menurutnya ini perlu dilakukan bila pemerintah berniat menyelesaikan kasus pelanggaran HAM seperti ditanyakan Menkopolhukam Mahfud MD.

Sejak tahun 2010 hingga saat ini, Edwin menyebut LPSK sendiri telah memberikan bantuan medis dan psikologis terhadap korban pelanggaran HAM.

"Tidak kurang 3.700 korban dari 7 peristiwa pelanggaran HAM berat telah mendapatkan bantuan tersebut," tuturnya.

Sebelumnya Mahfud MD menyatakan pemerintah serius dalam menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di masa lalu agar kasus tak berlarut-larut.

"Sekarang kami siapkan penyelesaian yang final, dengan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi. Nanti, bukan dalam waktu dekat. Dalam periode ini selesai, Insya Allah. Mudah-mudahan setahun,” kata Mahfud. (abs)

Caption: Konferensi pers di Kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (10/12).

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved