Novel Baswedan Diteror

Jokowi Perintahkan Kapolri Segera Ungkap Kasus Novel Baswedan, Polisi Ajak Masyarakat Doa Bersama

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Kapolri Jenderal Idham Azis menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dalam hitung

Jokowi Perintahkan Kapolri Segera Ungkap Kasus Novel Baswedan, Polisi Ajak Masyarakat Doa Bersama
Warta Kota/Henry Lopulalan
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disambut pimpinan KPK, mantan pimpinan KPK, aktivis anti korupsi serta karyawan KPK saat kedatangan Novel di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/2). 

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Kapolri Jenderal Idham Azis menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dalam hitungan hari.

Hal itu pun langsung ditanggapi oleh Mabes Polri.

Karopenmas Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan, penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, masih terus dilakukan oleh Polri.

Mengadu ke Komisi III DPR, Ibunda Yusuf Kardawi: Sama-sama Mati, kenapa Anak Saya Dianaktirikan?

Namun, perihal waktu penyelesaian kasus, pihaknya mengajak masyarakat berdoa bersama-sama.

"Nanti kita doa bersama lah, mudah-mudahan penyidik nanti ada waktu akan menyampaikan penyidikan tersebut."

"Sangat serius penyidik menangani kasus ini. Mudah-mudahan apa yang jadi harapan kita bersama seperti Bapak Presiden, semua masyarakat berkaitan dengan kasus ini," katanya di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).

Hukuman Mati Bagi Koruptor Tak Perlu Undang-undang Baru, Kriteria Ini yang Belum Dirumuskan

Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan penyidik telah melakukan berbagai upaya untuk mengungkap kasus tersebut, termasuk menggunakan cara induktif dan deduktif.

"Induktif sudah dilakukan dari mulai TKP. Dari sana sudah menyisir, kita sudah mendapatkan 73 saksi."

"Tentunya saksi inilah yang sudah dievaluasi satu per satu keterangannya seperti apa," ucapnya.

Luhut Panjaitan: Kapal Asing Kalau Kita Tangkap Jadi Milik Indonesia, Ngapain Ditenggelamkan?

Terkait kasus ini, kata Argo Yuwono, penyidik Polri telah menganalisis bukti yang ada di TKP.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved