Kasus Narkoba

BNNP Pertanyakan Keseriusan Disparbud DKI Tutup Tempat Hiburan Malam Terindikasi Peredaran Narkoba

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI belum juga melakukan penyegelan meski saat dirazia ditemukan narkoba.

BNNP Pertanyakan Keseriusan Disparbud DKI Tutup Tempat Hiburan Malam Terindikasi Peredaran Narkoba
Kompas.com
Ilustrasi hiburan malam. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Rangga Baskoro

KRAMAT JATI, WARTAKOTALIVE.COM - Pasca dirazianya tiga tempat hiburan malam oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI belum juga melakukan penyegelan meski saat dirazia ditemukan narkoba.

Padahal seharusnya, tempat tersebut diberi sanksi tegas dengan dicabutnya izin beroperasi hingga penutupan tempat usaha.

Kepala BNNP DKI, Brigjen Tagam Sinaga mengatakan, pihaknya sudah memberikan rekomendasi ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terkait temuan tersebut, di mana rekomendasi itu sebagai langkah awal untuk memberikan penindakan.

"Sejak beberapa pekan lalu surat rekomendasi sudah kami berikan," kata Tagam saat dikonfirmasi, Selasa (10/12).

Ketika disinggung apakah rekomendasi itu bisa menjadi langkah awal untuk ditutupnya tempat hiburan malam, Tagam mengatakan hal tersebut memungkinkan agar bisa memberi tindakan tegas terhadap peredaran narkoba.

"Seperti yang sudah-sudah, kalau ada narkoba pasti akan dilakukan penutupan," ujarnya.

Meski begitu, Tagam menyatakan pihaknya hanya bisa sebatas memberikan rekomendasi saja.

Kewenangan untuk melakukan penutupan tetap berada di tangan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

"Silakan konfirmasi kesana, karena kami hanya sebatas rekomendasi bahwa tempat hiburan malam itu terindikasi peredaran narkotika. Selanjutnya keputusan ada di mereka," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, BNNP DKI melakukan razia di sejumlah tempat hiburan malam di wilayah DKI Jakarta.

Setelah BNNP DKI Jakarta membongkar peredaran Narkoba di Olympic dan Paragon, Minggu (8/9) lalu, giliran Diskotek 1001 Jakarta Barat dirazia.

Dalam razia tersebut BNN DKI Jakarta mengamankan 33 pengunjung yang kedapatan positif mengonsumsi narkotika usai di Tes Urine.

"34 pengunjung positif narkoba. 19 laki laki dan 15 perempuan," tutur Kepala BNNP DKI Jakarta Brigjen Tagam Sinaga, Minggu (8/8) lalu.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved