Berita Video

VIDEO: Tiga Terdakwa Kasus Ikan Asin Terancam Tiga Pasal Sekaligus

"Dengan menuduhkankan suatu hal yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum," jelasnya.

VIDEO: Tiga Terdakwa Kasus Ikan Asin Terancam Tiga Pasal Sekaligus
Tribunnews.com/Bayu Indra Permana
Tiga terdakwa kasus pencemaran nama baik terhadap pedangdut Fairuz A Rafiq atau Trio Bau Ikan Asin, tiba dan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019). Mereka adalah Galih Ginanjar, serta pasangan suami istri Pablo Benua dan Rey Utami. 

Sidang perdana kasus pencemaran nama baik dengan vlog 'ikan asin' yang di gelar di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) beragendakan pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Donny M Sanni kepada tiga terdakwa.

Jaksa Donny menuntut, tiga terdakwa dengan tiga pasal sekaligus tentang pelanggaran kesusilaan dan Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Adapun ketiga pasal yaitu, pasal pelanggaran kesusilaan yakni Pasal 51 ayat dua (2) Jo pasal 36 Jo pasal 27 ayat 1 UU RI nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11. Tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 ayat satu (1).

Subsider pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat 1 UU no 19 tahun 2016.

"Mereka yang melakukan, menyuruh melakukan, dan turut melakukan perbuatan dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain," ucap Jaksa Donny saat membacakan dakwaan di ruang utama Pengandilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).

Kedua, pada terdakwa dijerat dengan pasal penghinaan dan pencemaran nama baik yakni Pasal 51 ayat dua (2) Jo pasal 36 Jo pasal 27 ayat 1 UU RI nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11. Tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 ayat satu (1).

Subsider pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat 3 UU no 19 tahun 2016.

Sementara dalam pasal ketiga tentang penyerangan kehormatan dan menuduhkan sesuatu di muka umum yakni Pasal 310 ayat 2 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

"Dengan menuduhkankan suatu hal yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum," jelasnya.

Jaksa memastikan ancaman dari salah satu pasal maksimal selama 12 tahun kurungan penjara.

Diberitakan sebelumnya, kasus pencemaran nama baik dengan vlog "ikan asin" ini telah bergulir sejak Juni 2019.

Bermula saat Fairuz A Rafiq melaporkan pasangan Rey Utami-Pablo Benua sekaligus mantan suaminya, Galih Ginanjar, ke polisi.

Hal tersebut terjadi setelah Galih mengumpamakan Fairuz dengan "ikan asin" dalam sebuah video YouTube yang diunggah dalam akun YouTube Rey Utami dan Pablo Benua.

Galih dinilai menghina Fairuz dalam video tersebut. Hinaan tersebut salah satunya terkait bau ikan asin.

Atas perbuatannya, ketiga ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya, dijerat Pasal 27 Ayat 1, Ayat 3 Jo Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan pasal 310, pasal 311 KUHP dengan ancaman hukumannya lebih dari 6 tahun penjara. (m23)

Penulis: Rizki Amana
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved