Kasus Investasi Qnet

Tengah Diusut Polres Lumajang, Qnet Kini Masuk Daftar Perusahaan Bodong Baru yang Ditutup OJK

Tengah Diusut Polres Lumajang, Qnet Kini Masuk Daftar Perusahaan Bodong Baru yang Ditutup OJK. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Tengah Diusut Polres Lumajang, Qnet Kini Masuk Daftar Perusahaan Bodong Baru yang Ditutup OJK
istimewa
AKBP M Arsal Sahban saat masih menjabat Kapolres Lumajang, dan merilis 14 tersangkan kasus investasi Qnet. Arsal kini sudah menjabat sebagai Wakapolresta Bogor. 

"Semoga Proses hukum juga sejalan dengan OJK, APLI dan Deperindag," kata Arsal. .

Menurut Arsal, bukti kejahatan PT. QNII sudah sangat terang benderang.

Hasil penyidikan sudah tidak terbantahkan lagi (selama hati nurani yang digunakan).

Polres Lumajang Menangkan Pra Peradilan Dalam Kasus Investasi Qnet

Arsal menyampaikan bahwa sebelum dirinya melepaskan jabatan sebagai Kapolres Lumajang, ada 5 pasal yang penyidik tim cobra persangkakan kepada 14 tersangka dalam kasus QNet.

Adapun ke 5 Tindak Pidana yang dipersangkakan kepada 14 tersangka dari 3 perusahaan sindikat QNet di Indonesia antara lain :

1) Tindak Pidana Penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara (KUHP).

2) Tindak Pidana melakukan perdagangan tanpa memiliki perizinan di bidang perdagangan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara (UU Perdagangan).

3) Tindak Pidana menerapkan sistem skema piramida dalam mendistribusikan barang dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara (UU Perdagangan).

4) Tindak Pidana mengedarkan alat kesehatan tanpa izin edar dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara (UU Kesehatan).

5. Tindak Pidana Pencucian Uang yaitu menyembunyikan dan menyamarkan asal usul uang/harta kekayaan yang seakan-akan diperoleh dari hasil yang legal.

Tidak Jatuhkan Sanksi ke PT QNII, Polres Lumajang Periksa APLI Terkait Kasus Investasi Qnet

Penangguhan Penahanan

Halaman
1234
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved