Kasus Investasi Qnet

Tengah Diusut Polres Lumajang, Qnet Kini Masuk Daftar Perusahaan Bodong Baru yang Ditutup OJK

Tengah Diusut Polres Lumajang, Qnet Kini Masuk Daftar Perusahaan Bodong Baru yang Ditutup OJK. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Tengah Diusut Polres Lumajang, Qnet Kini Masuk Daftar Perusahaan Bodong Baru yang Ditutup OJK
istimewa
AKBP M Arsal Sahban saat masih menjabat Kapolres Lumajang, dan merilis 14 tersangkan kasus investasi Qnet. Arsal kini sudah menjabat sebagai Wakapolresta Bogor. 

SATGAS Waspada Investasi menutup 182 investasi bodong tidak berizin yang menawarkan imbal hasil tidak masuk akal. 

Salah satu yang ditutup adalah PT Qnet International Indonesia (pemilik brand Qnet). 

Qnet kini tengah dalam pemeriksaan penyidik Polres Lumajang terkait berbagai tindak pidana, salah satunya menyangkut pelanggaran terhadap UU Perdagangan terkait menjalankan bisnis skema piramida. 

Polres Lumajang Tangguhkan Penahanan Bos Amoeba di Kasus Investasi Qnet

"Satgas Waspada investasi juga mengimbau kembali kepada masyarakat untuk tidak ikut dalam kegiatan yang dilakukan, karena merupakan kegiatan yang ilegal dan tidak memiliki izin dari otoritas seperti tercantum pada siaran pers tanggal 2 Agustus 2019," ujar Kepala Satgas Waspada Investasi, Tongam Tobing, dalam keterangan persnya, Jumat (6/12/2019).

Mantan Kapolres Lumajang, AKPB M. Arsal Sahban, merespons press rilis dari Satgas Waspada Investasi. 

Arsal kini sudah tidak lagi menjabat Kapolres Lumajang, dia kini bertugas sebagai Wakapolresta Bogor. 

Namun, kasus bisnis skema piramida Qnet terbongkar dan dilakukan penyidikan semasa Arsal menjabat sebagai Kapolres Lumajang. 

"Walau di Bogor, perjuangan saya tidak akan berhenti untuk membasmi perusahaan money games yang merugikan banyak rakyat kecil," kata Arsal ketika dihubungi Warta Kota, Senin (9/12/2019). 

Website Qnet Diduga Dirancang Untuk Praktek Penipuan Lintas Negara

"Terimakasih kepada pak Tongam (ketua satgas Investasi) yang mau mendengar alasan-alasan yang saya sampaikan," ujar Arsal. 

Arsal pun mengingatkan bahwa profil kejahatan PT QNII (Qnet) kini sudah sangat jelas, antara lain masuk dalam daftar ilegal investasi oleh OJK/SWI, dikeluarkan dari keanggotaan APLI (asosiasi penjualan langsung Indonesia), dan izin SIUPL mati sejak maret 2018 (oleh deperindag tdk diperpanjang karena bermasalah).

Halaman
1234
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved