Uji Coba ke-2 Kanalisasi Kawasan Puncak Gagal Lagi

UJI coba sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1 (2 lajur naik ke atas dan satu lajur turun ke bawah atau sebaliknya) kali kedua gagal lagi.

Uji Coba ke-2 Kanalisasi Kawasan Puncak Gagal Lagi
Tribun Bogor
Antrean kendaraan di Jalan Raya Puncak, dekat Simpang Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu (31/3/2018). 

UJI coba sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1 (2 lajur naik ke atas dan satu lajur turun ke bawah atau sebaliknya) kali kedua gagal lagi mengurai kemacetan di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Sabtu (7/12/2019).

Sehingga Polres Bogor mengambil langkah sistem kombinasi. Yakni kanalisasi yang juga one way untuk mengatasi kemacetan di Kawasan Puncak tersebut.

Uji coba tersebut tidak dilaksanakan secara utuh oleh pihak terkait. Padahal pelaksanaanya dimulai pukul 13.00 hingga pukul 16.00.

Kapolresta Tangerang Ajak Masyarakat Bersatu Usai Pilkades

Hal tersebut dikarenakan dari pukul 07.00 hingga 12.00 WIB, Kepolisian, Dinas Perhubungan, Badan Pengeloal Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Satpol PP, Polisi lingkungan warga (Polingga) maupun Pramuka tetap melaksanakan one way ke arah Puncak. 

"Setelah  pagi hari ami menerapkan sistem rekayasa arus lalu lintas one way, maka kami akan  lakukan uji coba kanalisasi 1 : 2 ke arah Jakarta dari pukul 13.00 - 16.00 WIB. Dan setelah pukul 16.00 WIB arus lalu lintas akan dinormalkan lagi menjadi dua arah," kata Kapolres Bogor AKBP Muhammad Jhoni kepada  wartawan di Gadog, Ciawi Sabtu (7/12).

Kapolres Bogor mengungkapkan karena insfrastruktur jalan masih kurang layak, maka jajarannya tidak bisa melaksakan uji coba sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi  2 : 1 atau sebaliknua secara utuh hingga akan dikombinasi lagi dengam sistem one way

"Insfrastruktur jalan dari Gadog, Ciawi hingga Gunung Mas, Cisarua itu lebarnya kurang ideal hingga ada beberapa titik yang bottle neck hingga akan menimbulkan kemacetan yang panjang kalau kita tetap memaksakan sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisi 2 : 1. Kombinasi rekayasa arus lalu lintas ini kami berlakukan terus hingga lebar jalan Raya Puncak sudah memadai  dan jika sudah memadaii maka kami akan terapkan sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2 : 1 ini secara utuh baik untuk arah Puncak maupun Jakarta sesuai jamnya masing - masing," katanya.

Di tempat yang sama, Kasat Lantas Polres Bogor AKP Fadly Amri menuturkan bahwa untuk melaksanakan uji coba kanalisasi 2 :1  jajarannya sudah mengerahkan puluhan anggota untuk memasang 1.000 traffic cons mulai dari Gadog, Ciawi hingga Simpang Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua.

Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Kembali Raih Best Airport of The Year 2019

"Jumlah personel gabungan dari kepolisian, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Satpol PP, Polingga ada 200an personel, mereka selain bertugas memasang traffic cone juga mengamankan ketertiban pengendara untuk tetap berkendara sesuai lajurnya hingga tidak 'melambung' dan menimbulkan kemacetan lalu lintas," tutur AKP Fadly.

Menurutnya, pelaksanaan sistem  rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2 : 1 ataupun one way ini akan diberlakukan sesuai kebutuhan atau dinamika di lapangan.

"Kami terus menganalisa dan mengevaluasi sistem rekayasa arus lalu lintas yang cocok, baik one way atau kanalisasi 2 : 1 bukanlah harga mati dan akan kami pakai tergantung dinamika arus lalu lintas di lapangan," lanjutnya.

Penulis: Adi Kurniawan
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved