Putaran Satrio

Rekayasa Lalu Lintas Putaran Satrio Diprotes Pemotor, Kasudinhub: Beri Akses bagi Pemotor Saja

Rekayasa Lalu Lintas Putaran Satrio Sempat Diprotes Pemotor, Kasudinhub: Kita Beri Akses Untuk Pemotor Saja.

Rekayasa Lalu Lintas Putaran Satrio Diprotes Pemotor, Kasudinhub: Beri Akses bagi Pemotor Saja
Istimewa
Aksi pembongkaran paksa MCB atau beton pembatas jalan di bawah Flyover Jalan Dr. Satrio, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Kamis (5/12/2019) atas pemberlakuan rekayasan lalu lintas di Putaran Satrio 

Kepala Suku Dinas Perhubungan (Kasudinhub) Jakarta Selatan, Budi Setiawan mengatakan, pihaknya sengaja memberi akses bagi pemotor yang melintas di putaran Satrio atau U-Turn Jalan Dr. Satrio, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Menurutnya, kebijakan itu dilakukan karena rekayasan arus lalu lintas putaran Satrio di kawasan itu masih dalam fase uji coba.

Adapun pemberian akses yang dimaksud oleh pihaknya, berupa pembukaan ruang jalan di putaran arah balik itu yang sebelumnya ditutup pembatas jalan menggunakan beton atau movable concrete barrier (MCB).

"Memang itu kita kasih lewat buat motor," kata Budi saat dihubungi, Jakarta Selatan, Minggu (8/12/2019).

Beton Pembatas Jalan di Pemutaran Satrio Kembali Dibongkar

Ia menjelaskan, pemberian akses itu telah ditetapkan beberapa hasil kajian dari pihaknya yang meliputi hasil analis lapangan berupa pandangan masyarakat, regulasi hukum, serta kepadatan arus lalu lintas.

"Yang pertama itu (pro kontra pengendara motor). Yang kedua memang dia (pengendara motor) jadi menimbulkan pelanggaran (melintas) ke trotoar," jelas Budi.

"Terus yang ketiga, motor enggak terlalu signifikan menghambat arus dari Jalan Sudirman. Sehingga tidak terlalu mempengaruhi hasil uji coba," katanya.

Sementara itu, pihaknya tetap bakal mengevaluasi hasil uji coba rekayasa lalu lintas tersebut, meski telah memberi pembukaan akses kepada kendaraan motor roda dua.

"Uji cobanya tetep jalan tapi motor masih diberi akses gitu. Itu kan kita uji coba, jadi nanti hasilnya," pungkasnya.

Sebelumnya, rekayasa lalu lintas di putaran arah bawah Flyover Jalan Dr. Satrio, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan menimbulkan pro kontra bagi pengguna jalan hingga terjadi aksi pembukaan paksa beton pada Kamis (5/12/2019) lalu.

Bahkan aksi pembongkaran paksa tersebut, viral setelah video yang merekam aksi mereka itu diunggah ke media sosial.

Telihat dalam video yang berdurasi sekitar satu menit itu, para pengendara yang didominasi ojek online (ojol) membuka beton pembatas jalan secara beramai-ramai agar dapat dilalui oleh kendaraan.

Penulis:  Rizki Amana

Penulis: Rizki Amana
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved