Berita Tangsel

Kelurahan Pondok Pucung di Tangsel Kembangkan Tanaman Obat Keluarga

Menurut Benyamin, dari segi cuaca saat ini kurang mendukung dan rawan khususnya bagi anak-anak. Sehingga kesehatan harus dipelihara.

Kelurahan Pondok Pucung di Tangsel Kembangkan Tanaman Obat Keluarga
Warta Kota
Kelurahan di Tangsel Kembangkan Tanaman Obat Keluarga 

Banyaknya usulan dari warga yang sulit mendapatkan tanaman obat, Kelurahan Pondok Pucung, Tangerang Selatan akhirnya mengembangkan Tanaman Obat Keluarga (Toga).

Secara simbolis penanaman toga dilakukan oleh Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie di Halaman Kelurahan Pondok Pucung, Pondok Aren.

Menurut Benyamin, dari segi cuaca saat ini kurang mendukung dan rawan khususnya bagi anak-anak. Sehingga kesehatan harus dipelihara.

"Ditambah lagi, makanan yang tidak higienis dan cuci tangan yang kurang bersih, dengan kondisi itu perlu maka toga sangat penting. Yang pasti toga tidak ada kimianya. Minimal cabe, kan paling tidak tidak perlu beli cabe ke pasar," ujar Benyamin, Minggu (8/12/2019).

VIDEO: Sophia Safeera Anak Tunggal Ali Shahab Ingin Ikuti Jejak Karier Sang Ayah

Dirinya berharap, nantinya toga ditanam bukan hanya di kantor kelurahan Pondok Pucung saja. Tapi juga di lingkungan rumah masing-masing dan meminta para ibu untuk menginisiasi.

"Karena ibu-ibulah yang telaten merawat toga, di tengah banyaknya makanan siap saji. Saya berpesan jangan abaikan aspek kesehatan. Disini pula, pertama kalinya saya menghadiri kegiatan penanaman toga. Jadi juga akan dikembangkan tiap kelurahan di Tangsel," ucapnya.

Sementara itu Lurah Pondok Pucung Murtado menjelaskan, di kantornya ada sekitar 60 jenis toga yang didapat dari 101 RT dan 17 RW yang ada di Kelurahan Pondok Pucung. Seperti kumis kucing, sambiloto, cincau, dewa, jarak, temulawak, lidah buaya dan lainnya.

"Banyak usulan dari warga yang sulit mencari pohon obat. Kemudian kita kerjasama dengan puskesmas dan seluruh kader, saya suruh bawa satu pohon toga dan nanti kita tata letaknya. Selanjutnya per lingkungan dan satu rumah minimal 5 jenis toga, termasuk di perumahan sekalipun, dengan tujuan menjaga kesehatan internal keluarga dan kembali ke herbal," kata Murtado.

Tangan Pelajar SMK di Kabupaten Bekasi Putus Disabet Celurit Saat Duel

Sedangkan idenya, merupakan gagasan Kasi Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Umum Kelurahan Pondok Pucung, Fahmy Rahardian yang melanjutkan program Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tangerang Selatan yang merupakan pekerjaan rumah dari Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany.

"Bu Airin menyarankan adanya satu kawasan rumah pangan lestari per kelurahan atau membudidayakan tanaman toga dan pangan. Dengan fungsi kedepan untuk kesehatan. Dan semenjak saya bertugas disini, saya tanamkan program tersebut," ungkapnya. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved