Infrastruktur
Kakorlantas Pastikan Tol Layang Jakarta-Cikampek Elevated Mampu Mengurai Kemacetan
"Harapan kita dengan adanya tol elevated ini mengurangi kepadatan kendaraan tol di bawahnya, jadi saya pikir bisa diurai ya," jelasnya.
Penulis: Luthfi Khairul Fikri | Editor: Ahmad Sabran
Jalan tol layang Jakarta-Cikampek (Jakarta Cikampek Elevated II) diketahui akan mulai diresmikan untuk umum pada 15 Desember 2019 mendatang.
Sejumlah penyelesaian pun terus difokuskan. Salah satunya dilakukan Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Istiono yang meninjau langsung ke lokasi.
• VIDEO: Mensos Juliari Batubara Donorkan Darahnya Saat HKSN 2019 di Bekasi
"Hari ini kita bersama jasa raharja dan jasa marga akan meninjau elevated, untuk mengetahui keadaan sesungguhnya seperti apa," ujar Istiono saat ditemui di di Cikunir Tol JAPEK Eleveted, Minggu (8/12/2019).
Menurutnya, peninjauan ini untuk memastikan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat menjelang dibuka.
Pemberlakuan elevated itu tentunya juga bagian dari solusi pemerintah dalam rangka memperlancar arus para pemudik yang menuju ke arah Jawa.
"Harapan kita dengan adanya tol elevated ini mengurangi kepadatan kendaraan tol di bawahnya, jadi saya pikir bisa diurai ya," jelasnya.
• VIDEO: Suasana Jelang Start PRUride di Yogyakarta
Diketahui selain Kakorlantas yang meninjau di Jalan layang Jakarta-Cikampek elevated. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi turut hadir namun belum kunjung tiba di lokasi hingga saat ini.
Adapun, proyek tol Japek layang memiliki panjang 36,4 km dari Gerbang Tol Cikunir hingga Karawang Barat ini memiliki biaya konstruksinya ditaksir mencapai Rp 11,69 triliun.
Direncanakan tol ini akan dilengkapi empat emergency bay (parking bay untuk keadaan darurat) serta dua emergency exit.
Dua perusahaan yang terlibat dalam pembangunan proyek ini adalah PT Waskita Karya dan PT Ascet Indonusa.(M20)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kepala-korps-lalu-lintas-polri-irjen-pol-istiono.jpg)