PruRide 2019

Wukirsari dan Bangunjiwo, Sentra Wayang Kulit pada Rute Granfondo 120Km PRURide 2019 di Yogyakarta

Peserta Granfondo PRURide 2019 di Yogyakarta melintasi sejumlah wilayah kaya tradisi di Bantul, termasuk sentra pembuatan wayanng kulit.

Wukirsari dan Bangunjiwo, Sentra Wayang Kulit pada Rute Granfondo 120Km PRURide 2019 di Yogyakarta
Istimewa/Dony Adhika
Uji coba rute Granfondo 120km PRURide 2019 di Yogyakarta. 

Para peserta lomba balap sepeda jalan raya Granfondo PRURide 2019 di Yogyakarta melintasi sejumlah wilayah kaya tradisi budaya di area Kabupaten Bantul, termasuk sentra pembuatan wayanng kulit.

Salah satunya adalah sentra pembuatan wayang kulit di Kecamatan Bangunjiwo dan Wukirsari. Area tersebut salah satu yang akan dilalui peserta Granfondo 120Km PRURide 2019 yang berlangsung Minggu (8/12/2019) dengan titik start dan finis di Stadion Mandala Krida Yogyakarta.

Keluar dari pusat kota, peserta akan langsung mengarah ke Jalan Raya Bantul menuju Parangtritis.

Rute ini melewati sentra wayang kulit seperti Dusun Gendeng, Bangunjiwo.

Ini Alasan Yogyakarta Dipilih Jadi Lokasi PRURide Indonesia 2019

Rute juga melewati area pemakaman raja-raja Jawa di Imogiri dan di area itu melintasi sentra wayang kulit Wukirsari.

Wayang kulit merupakan salah satu kebudayaan Jawa yang hingga saat ini keberadaanya masih eksis.

Terus eksisnya wayang hingga saat ini tidak hanya karena keberadaan para dalang yang setia menampilkan seni pertunjukan syarat nilai tersebut, tetapi juga para pengrajin yang masih aktif berkarya membuat wayang.

Salah satu adegan dalam pergelaran wayang kulit dengan lakon
Salah satu adegan dalam pergelaran wayang kulit dengan lakon "Abimanyu Gugur' (touchtalent.com)

Setidaknya saat ini terdapat 25 pengrajin wayang kulit. Hal tersebut berdasarkan pengakuan, Suprih (57) satu diantara pengrajin wayang kulit di Gendeng.

Gendeng memang telah sejak lama dikenal menjadi penghasil wayang kulit berkualitas.

"Hingga saat ini kami masih mempertahankan cara membuat wayang sesuai dengan apa yang kami pelajari dari pendahulu kami," ungkap Suprih.

Halaman
1234
Editor: Max Agung Pribadi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved