Breaking News:

Penutupan Jalan

WARGA GUGAT Setukpa Polri Atas Tuduhan Tutup Akses Jalan Prana Sukabumi dengan Tembok

Dituding semena-mena menutup akses Jalan Prana, Cikole, Kota Sukabumi, Sekolah Pembentukan Perwira Kepolisian Republik Indonesia digugat warga.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Halaman restoran milik Benny Hoesin dan jalan akses warga di Jalan Prana, Cikole, Sukabumi yang dipagari tembok atau ditutup oleh Setukpa Polri, Jumat (6/12/2019). 

Lalu pemagaran pun berlangsung 29 Juli 2019 sampai 31 Juli 2019.

 HUKUMAN Mati Dijatuhkan kepada Pemutilasi Pegawai Kemenag, Ibunda Deni Priyanto Teteskan Air Mata

Selanjutnya, kami mendapat surat keempat pada tanggal 20 November 2019 yang berbunyi, terhitung satu minggu sejak dikeluarkannya surat tersebut akan dilaksanakan penutupan akses saya ke Jalan Prana," imbuhnya.

Ternyata, kata Benny, keesokan harinya, pada saat ia tidak ada di rumah, Kepala Setukpa, Brigjen Agus Suryatno, beserta pengawalan Provost, mendatangi kediamannya.

"Mereka membawa sebuah patok besi lalu dipasangkan di tengah-tengah akses keluar masuk rumah saya ke Jalan Prana sehingga tidak bisa keluar masuk mobil. Kepada anak perempuan saya, kepala Setukpa menuduh saya merupakan provokator dan sponsor warga dalam menggugat Jalan Prana tersebut. Karena, saat ini, Jalan Prana sedang dalam proses gugatan (class action) oleh warga Prana yang selama ini telah mereka gunakan sejak zaman dulu. Dan, saat ini, sedang dilaksanakan proses penembokan pagar pada halaman rumah saya," katanya.

Beberapa saat kemudian, Benny pun langsung menghadap kepala Setukpa di kantornya.

"Setelah berbincang, akhirnya sepakat akan dibuatkan MoU yang isinya, saya diharuskan membayar sejumlah uang sesuai dengan luas jalan yang saya gunakan. Uang tersebut disetorkan ke negara yang dititipkan pembayarannya melalui Setukpa," akunya.

 Pasca-Reuni Aksi 212 Terjadi Ledakan di Monas, Ini Kata Pengamat Terorisme Al Chaidar

Terpisah, Andri Yulis, selaku tim kuasa hukum warga kepada awak media mengatakan, yang dipersengketakan di dalam gugatan class action bukanlah perihal sengketa kepemilikan.

"Tetapi, murni atas perbuatan dari Setukpa yang telah dengan melawan hukum melakukan penutupan akses Jalan Prana sebagai satu-satunya akses jalan besar terdekat menuju pusat kota yang dapat dilalui masyarakat di Wilayah Prana," ungkap Andri Yulis.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved