Penutupan Jalan

WARGA GUGAT Setukpa Polri Atas Tuduhan Tutup Akses Jalan Prana Sukabumi dengan Tembok

Dituding semena-mena menutup akses Jalan Prana, Cikole, Kota Sukabumi, Sekolah Pembentukan Perwira Kepolisian Republik Indonesia digugat warga.

WARGA GUGAT Setukpa Polri Atas Tuduhan Tutup Akses Jalan Prana Sukabumi dengan Tembok
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Halaman restoran milik Benny Hoesin dan jalan akses warga di Jalan Prana, Cikole, Sukabumi yang dipagari tembok atau ditutup oleh Setukpa Polri, Jumat (6/12/2019). 

Dituding semena-mena menutup akses Jalan Prana, Cikole, Kota Sukabumi, Sekolah Pembentukan Perwira Kepolisian Republik Indonesia (Setukpa Polri) digugat warga.

Gugatan class action warga itu diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Sukabumi.

Tidak hanya dikecam warga, penutupan akses Jalan Prana itu juga merugikan seorang pemilik restoran karena halamannya ditembok oleh pihak Setukpa Polri.

Pemilik restoran di Jalan Prana, Benny Hoesin, kepada awak media, di Jakarta, Kamis (5/11/2019), menceritakan, dirinya pada tahun 2008 membeli rumah untuk usaha rumah makan di atas tanah yang terletak di Jalan Siliwangi No. 96, RT 005/ RW 005, Kelurahan Cikole Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

"Rumah didapatkan secara lelang dari PT Barata. Karena letak rumah saya berada di hook, jadi bagian samping kanan rumah berada di Jalan Prana. Pada saat mengajukan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), pihak Pemda Kota Sukabumi memberikan catatan pada site plan agar dibuatkan parkir dan membuat akses dari Jalan Prana," katanya.

 UNGKAP Kronologi Harley Davidson dan Brompton Selundupan, 2 Surat Ini Jadi Dasar Erick Thohir

 Rizieq Shihab Minta Pendukungnya Menghukum Mati Penista Agama Secara Cerdas, Apa Maksudnya?

 TNI-Polri Kontak Tembak Hingga Dua Hari di Lanny Jaya Papua, Dua Anggota KKB Tewas

 MENDIKBUD Nadiem Akan Buat Perubahan Fundamental untuk Realisasikan Instruksi Presiden Jokowi

Kemudian, kata Benny, pada tahun 2012, sebagian tanah dikontrakan.

"Sejak saat itu, akses keluar masuk satu-satunya rumah dan usaha saya adalah melalui Jalan Prana.
Di Jalan Prana juga terdapat rumah-rumah dinas Sekolah Pembentukan Perwira (Setikpa). Masuk ke Jalan Prana terdapat perumahan Prana Estate dan penduduk asli yang turun-temurun sudah tinggal di sana," katanya.

Lalu, kata dia, pada tanggal 30 April 2019, ia dan warga yang menggunakan Jalan Prana, mulai mendapat surat pemberitahuan dari pihak Setukpa Polri.

"Isi suratnya bahwa dalam rangka mengamankan aset negara, kami warga diminta untuk mencari jalan lain dan tidak menggunakan Jalan Prana. Selanjutnya, tanggal 17 Juni 2019 terbit surat kedua yang saya dapat dari Setukpa yang isinya, akan mematok halaman rumah saya yang berbatasan dengan Jalan Prana," paparnya.

Setelah itu, kata Benny, tanggal 26 Juli 2019 terbit surat ketiga yang menjelaskan, Setukpa akan melaksanakan pemagaran pada halaman saya yang terjadwal pada tanggal 28 Juli 2019.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved