Teknologi

Trend Micro Prediksi Meningkatnya Risiko Cloud dan Manajemen Supply Chain pada 2020

TREND Micro Incorporated (TYO: 4704; TSE: 4704), pemimpin global dalam solusi keamanan siber, mengumumkan laporan prediksi untuk tahun 2020.

Istimewa
Laksana Budiwiyono, Country Manager Trend Micro Indonesia, dalam acara konferensi pers ‘Prediksi Ancaman Cyber 2020 oleh Trend Micro’ di Plaza Indonesia, Selasa (3/12/2019). 

Para hacker akan semakin mengejar data perusahaan yang tersimpan di cloud melalui serangan injeksi kode seperti deserialization bugs, skrip lintas situs, dan injeksi SQL.

TREND Micro Incorporated (TYO: 4704; TSE: 4704), pemimpin global dalam solusi keamanan siber, mengumumkan laporan prediksi untuk tahun 2020.

Laporan ini mengungkapkan bahwa organisasi akan menghadapi risiko yang semakin besar dari penggunaan cloud dan manajemen supply chain.

Semakin berkembangnya cloud dan DevOps akan terus mendorong perubahan bisnis dengan membuka seluruh lapisan perusahaan, mulai dari perusahaan ke manufaktur hingga risiko pihak ketiga.

Ini 5 Fitur Andalan Ponsel Gaming ROG Phone II Besutan Asus, plus Spesifikasi dan Harganya

"Kita akan memasuki era baru di mana organisasi dari semua industri dan ukuran akan semakin bergantung pada perangkat lunak pihak ketiga, open-source, dan praktik kerja modern untuk mendorong inovasi digital dan pertumbuhan yang mereka inginkan," kata Country Manager Trend Micro Indonesia Laksana Budiwiyono di Plaza Indonesia Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Dia melanjutkan, para ahli di Trend Micro memperkirakan bahwa pertumbuhan dan perubahan yang cepat ini akan membawa risiko baru akan serangan bagi manajemen supply chain.

“Dari penggunaan cloud hingga jaringan rumah, para pemimpin di bagian Informasi Teknologi perlu menilai kembali risiko siber dan strategi keamanan IT perusahaan di tahun 2020.”

Para hacker akan semakin mengejar data perusahaan yang tersimpan di cloud melalui serangan injeksi kode seperti deserialization bugs, skrip lintas situs, dan injeksi SQL.

Mereka akan menargetkan penyedia cloud secara langsung atau bekerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukan ini.

Faktanya, meningkatnya penggunaan kode dari pihak ketiga oleh organisasi yang menggunakan DevOps akan meningkatkan risiko bisnis pada tahun 2020 dan selanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Hironimus Rama
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved