Breaking News:

Kutip Pesan Syekh Asy Sya'rawi 'Laa tahzan', Curhat Ustadz Abdul Somad Usai Cerai Mellya Juniarti

Perceraian Ustadz Abdul Somad dengan Mellya Juniarti membawa duka. Kutip pesan Syekh Asy Sya'rawi, 'Laa tahzan' jadi curhat UAS yang kini menduda

Hajinews.id
Ustadz Abdul Somad (UAS) dan Mellya Juniarti saat masih berstatus suami istri 

Hukum Islam Tentang Rujuk

Dikutip dari tribunnews.com, Kepala Bidang Urais Kementerian Agama Wilayah Jawa Tengah, Syaifulloh menjelaskan rujuk menurut bahasa artinya kembali, sedangkan menurut istilah adalah kembalinya.

Adapun tentang dalil-dalilnya sebagai berikut :

"Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) itu menghendaki islah”. (Q.S.Al Baqarah:228)

“Apabila mereka telah mendekati akhir masa iddahnya, maka rujuklah mereka dengan baik dan lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu.” (Q.S. At-Thalaq: 2)

"Suami kepada istri yang telah dicerai dan masih berada dalam masa iddah dengan aturan tertentu. Apabila telah habis masa iddahnya dan ingin kembali bersatu (suami isteri), maka harus dilaksanakan akad nikah yang baru," papar Syaifulloh.

"Bila sesorang telah menceraikan istrinya, maka ia dibolehkan bahkan dianjurkan untuk rujuk kembali dengan syarat keduanya betul-betul hendak berbaikan kembali (islah)," jelasnya.

Dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 63 bahwa Rujuk dapat dilakukan dalam hal:

a. Putusnya perkawinan karena talak, kecuali talak yang telah jatuh tiga kali atau talak yang dijatuhkan qabla al dukhul.

b. Putus perkawinan berdasarkan putusan pengadilan dengan alasan atau alasan-alasan selain zina dan khuluk.

Hukum rujuk wajib, terhadap suami yang mentalak salah seorang isterinya sebelum dia sempurnakan pembagian waktunya terhadap isteri yang ditalak.

Akan tetapi rujuk menjadi haram, apabila terjadinya rujuk itu mempunyai tujuan untuk menyakiti isteri.

Syarat Rujuk

Berikut ini adalah empat syarat-syarat rujuk :

1. Istri yang dirujuk sudah pernah digauli, jika istri yang telah di cerai belum pernah di setubuhi, maka tidak sah untuk rujuk, tetapi harus dengan perkawinan baru lagi.

2. Belum Habis Masa Iddah

3. Talaknya raj’i bukan talak tiga

4. Istri bersedia di rujuk

Disunnahkan ada saksi atau tidak harus

Cara melakukannya rujuk 

1. Secara Tertulis – dengan surat : yang ditulis suaminya sendiri tetapi tidak dibaca dianggap sebagai kategori kinayah, artinya harus ada niat suami pada saat menulis surat tersebut.

2. Dengan ucapan ( sighat )

Sedangkan ucapan rujuk ada sendiri dibagi menjadi dua :

1. Ucapan sharih, yakni ucapan yang tegas dan jelas maksudnya.

Misalnya: “aku kembalikan kau pada nikahku”, “aku rujuk engkau”, “aku terima kembali engkau”.

2. Ucapan kinayah, yakni ucapan yang tidak tegas maksudnya.

Misalnya : “aku nikahi engkau”, “aku pegang engkau”.

Pada yang bersifat kinayah ini disyaratkan memiliki niat dari suami.

Disyaratkan ucapan tersebut tidak berta’liq ( menggantung) seperti ucapan : “kurujuk engkau jika engkau mau”, hal semacam ini tidak sah walaupun istrinya mau.

Begitu pula merujuk berbatas waktu seperti ucapan : “ kurujuk engkau sebulan”.

Adapun syarat supaya ucapan itu bisa sah harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a. Lafaz yang menunjukkan maksud rujuk, misalnya kata suami “aku rujuk engkau” atau “aku kembalikan engkau kepada nikahku”.

b. Tidak bertaklik, tidak sah rujuk dengan lafaz yang bertaklik, misalnya kata suami “aku rujuk engkau jika engkau mau”. Rujuk itu tidak sah walaupun ister mengatakan mau.

c. Tidak terbatas waktu, seperti kata suami “aku rujuk engkau selama sebulan.

Masa Iddah

Dikutip dari islam.nu.or.id; kaitan dengan masalah iddah ini, Syekh Abu Bakar ibn Muhammad al-Husaini dalam kitab Kifâyatul Akhyar telah menguraikan tentang Iddah.

(Terbitan: Darul Khair, Damaskus, Tahun 1994, Cetakan Pertama, jilid 1, halaman 423 dst.)

Artinya: “Iddah adalah nama masa tunggu tertentu bagi seorang wanita guna mengetahui kekosongan rahimnya. Kekosongan tersebut bisa diketahui dengan kelahiran, hitungan bulan, atau dengan hitungan quru’ (masa suci).”

Selanjutnya, secara global wanita yang menjalani masa iddah terbagi menjadi dua kategori.

Kategori pertama merupakan wanita yang menjalani masa iddah karena ditinggal wafat suami

Kategori kedua wanita yang menjalani masa iddah bukan karena ditinggal wafat, seperti dicerai, baik yang sudah bergaul suami-istri ataupun belum.

Masing-masing dari keduanya terbagi lagi menjadi dua keadaan, pertama dalam keadaan hamil dan kedua tidak dalam keadaan hamil.

Kemudian kondisi tidak hamil terbagi lagi menjadi dua kategori, yakni haid dan tidak haid.

Dengan memperhatikan sebab dan kondisinya, maka wanita yang menjalani masa iddah secara umum terbagi menjadi enam kondisi, antara lain:

1. wanita yang ditinggal wafat suami dan dalam keadaan hamil.

2. wanita yang ditinggal wafat suami dan tidak dalam keadaan hamil.

3. wanita yang dicerai suami dalam keadaan hamil.

4. wanita yang dicerai suami, tidak dalam keadaan hamil, sudah pernah bergaul suami-istri, dan sudah/masih haid.

5. wanita yang dicerai tidak dalam keadaan hamil, sudah pernah bergaul suami-istri, dan belum haid atau sudah berhenti haid (menopouse).

6. wanita yang dicerai namun belum pernah bergaul suami-istri.

Delapan Poin Klarifikasi Cerai

Perceraian Ustadz Abdul Somad dengan Mellya Juniarti menghebohkan publik.

Bukan hanya karena Ustadz Abdul Somad (UAS) merupakan sosok ulama populer, kabar tersebut semakin simpang siur dengan beragam isu cerai UAS dengan Mellya Juniarti.

Menjawab beragam isu dan pertanyaan yang bergulir di masyarakat, Kuasa Hukum Ustadz Abdul Somad, Hasan Basri menyampaikan klarifikasi.

Klarifikasi Ustadz Abdul Somad cerai dengan Mellya Juniarti itu salah satunya diposting lewat akun Indonesia Mengaji, @indonesiamengaji.id; pada Kamis (5/12/2019).

Dalam video yang diunggah, Hasan Basri menyebutkan delapan poin perceraian Ustadz Abdul Somad dengan Mellya Juniarti.

Poin pertama dipaparkannya berisi latar belakang rumah tangga Ustadz Abdul Somad dengan Mellya Juniarti.

Disebutkan Ustadz Abdul Somad dan Mellya Juniarti menikah pada tanggal 20 Oktober 2012 yang telah dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Mizyan Haziq Abdillah bin Abdul Somad Batubara.

Poin kedua berisi awal mula permasalahan rumah tangga yang diketahui jauh sebelum Ustadz Abdul Somad Populer.

Beragam tahapan katanya telah dijalani Ustadz Abdul Somad dalam merajut kembali mahligai rumah tangga yang telah terkoyak.

Akan tetapi, beragam langkah rujuk yang dilakukan UUstadz Abdul Somad tersebut diungkapkannya tidak berhasil.

"Namun tetap tidak berhasil dan tidak berubah," ungkap Hasan Basri.

Klarifikasi selanjutnya, berisi keputusan berat yang harus diambil oleh UStadz Abdul Somad, yakni menceraikan mellya juniarti.

Keputusan tersebut dijelaskan Hasan basri bertujuan untuk mencegah adanya hal buruk.

Terlebih, selama masa pisah yang berlangsung selama tahun 2016, Ustadz Abdul Somad tetap berperan baik sebagai ayah.

Tidak hanya tetap memberikan nafkah, Ustadz Abdul Somad juga tetap memberikan perhatian yang baik bagi putranya.

"UAS selalu menyediakan waktu secara khusus dalam kesibukan dakwahnya untuk tetap bersama untuk menemani, bermain, jalan-jalan dan lain, layaknya orangtua yang selalu menyayangi dan mendidik anaknya," jelas Hasan Basri.

 Ustadz Abdul Somad Talak Cerai Mellya Juniarti, Alasannya karena Kebutuhan Lahir?

 Ustadz Abdul Somad Ceraikan Istri, Dulu Ketemunya Dicomblangi Imam Masjid

Keputusan Ustadz Abdul Somad untuk menceraikan Mellya Juniarti ditegaskan Hasan Basri ditempuh lewat jalur hukum.

Lewat kuasa hukumnya, permohonan cerai Ustadz Abdul Somad dengan Mellya Juniarti didaftarkan di Pengadilan Agama Bangkinang dengan nomor perkara 604/Pdt.G/2019/PA.Bkn pada tanggal 12 Juli 2019.

Usai menjalani tahapa sidang, Majelis Hakim Pengadilan Agama Bangkinang memutuskan kesimpulan.

Tepat pada tahap proses persidangan ke sebelas yang jatuh pada Selasa 93/12/2019), majelis Hakim mengabulkan permohonan Ustadz Adul Somad.

Keputusan tersebut pun menegaskan cerai atau talak satu Raj'i Ustadz Abdul Somad kepada Mellya Yuniarti binti Asman.

Dalam klarifikasi tersebut, Hasan Basir mengutip salah satu pernyataan Sayyidina Ali Karomallahu Wajha, menantu Nabi Muhammad SAW.

'Aku tidak perlu menjelaskan tentang diriku karena musuhku tidak percaya, dan sahabat-sahabatku tidak memerlukan itu' ungkapan Sayyidina Ali Karomallahu Wajha.

"Bahwa hidup bukanlah siapa yang terbaik, tetapi seberapa banyak kebaikan yang bisa kita lakukan apapun cobaan yang akan menimpa harus kita hadapi dengan sikap positif. Semogga dapat dimaklumi," jelas di akhir tayangan.

 

Berikut delapan poin klarifikasi Perceraian Ustadz Abdul Somad dengan Mellya Juniarti :

1. Bahwa Ustadz Abdul Somad dan bu Mellya Juniarti menikah pada tanggal 20 Oktober 2012 dan telah dikaruniai seorang anak laki-laki yang bernama Mizyan Haziq Abdillah bin Abdul Somad Batubara.

2. Bahwa permasalahan Ustadz Abdul Somad sudah lama terjadi hampir empat tahun yang lalu, jauh sebagai UAS sebagai pendakwah yang populer dan viral di media sosial.

Berbagai usaha telah dilakukan oleh UAS untuk mempertahankan rumah tangganya, terutama sebagai kepala rumah tangga dalam mendidik Mellya Juniarti. Namun tetap tidak berhasil dan tidak berubah.

UAS telah melakukan tahapan-tahapan sesuai dengan syariat ajaran Islam. Nasihat, pisah ranjang, musyawarah dan konsultasi keluarga, talak satu dan talak dua yang berakhir tahap berpisah tempat tinggal pad bulan Mei 2016 sampai saat sekarang ini.

3. Bahwa oleh karena tidak ingin berlarut-larut yang tentunya akan menimbulkan fitnah dan mudharat yang lebih besar di kemudian hari.

Hal ini sesuai dengan kaidah fiqih yang berbunyi, 'dar'ul mafasid muqaddamun 'ala jalbil masalih', mengantisipasi dampak negatif harus diprioritaskan dari pada mengejar kemasyalahatan yang belum jelas.

'Apabila berlawanan satu mafsadat atau kerusakan dengan maslahat atau kebaikan, maka yang didahulukan adalah mencegah mafsadatnya', As Suyuti al asybah wan zahir

4. Bahwa UAS walaupun sudah berpisah lebih kurang sejak empat tahun yang lalu, namun tetap bertanggung jawab memberikan nafkah bulanan dan fasiliotas untuk bu Mellya Juniarti, terkhusus ananda tercinta, Mizyan Haziq Abdillah.

UAS selalu menyediakan waktu secara khusus dalam kesibukan dakwahnya untuk tetap bersama untuk menemani, barmain, jalan-jalan dan lain layaknya orangtua yang selalu menyayangi dan mendidik anaknya.

5. Bahwa UAS sebagai warga negara yang baik, maka tanggal 12 Juli 2019 mengajukan secara resmi permohonan cerai talak ke Pengadilan Agama Bangkinang dengan nomor perkara 604/Pdt.G/2019/PA.Bkn dan telah diputus oleh Majelis Hakim pada tahap proses persidangan ke sebelas pada hari Selasa tanggal 3 Desember 2019 dengan Diktum (pernyataan resmi) keputusan memberi izin kepada pemohon Abdul Somad Batubara bin Bachtiar untuk menjatuhkan talak satu Raj'i terhadap termohon Mellya Yuniarti binti Asman di depan sidang Pengadilan Agama Bangkinang.

6. Bahwa di saat ketidakharmonisan rumah tangga terus terjadi dan tanpa solusi, perceraian bukan lanmgkah mundur, mungkin bisa terjadi pada siapapun dan manusiawi.

Ustadz Abdul Somad sangat menyadari bahwa ALlah SWT berkuasa atas semua takdir manusia dan Allah SWT akan menguji hambanya sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

7. Bahwa setiap orang akan membaca dan berpikir dengan cara berbeda, kebaikan tidak selalu dihargaim, keburukan tidak selalu dinistai.

'Aku tidak perlu menjelaskan tentang diriku karena musuhku tidak percaya, dan sahabat-sahabatku tidak memerlukan itu' ungkapan Sayyidina Ali Karomallahu Wajha.

8. Bahwa hidup bukanlah siapa yang terbaik, tetapi seberapa banyak kebaikan yang bisa kita lakukan apapun cobaan yang akan menimpa harus kita hadapi dengan sikap positif. Semogga dapat dimaklumi.

Penulis:
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved