Ujaran Kebencian

Kasus Jafar Shodiq Hina Maruf Amin Dinilai Bisa Jadi Alasan Kuat Pemerintah Tak Perpanjang SKT FPI

Mohamad Guntur Romli memberikan komentar terkait penangkapan anggota Front Pembela Islam (FPI) Jafar Shodiq Alattas.

Kasus Jafar Shodiq Hina Maruf Amin Dinilai Bisa Jadi Alasan Kuat Pemerintah Tak Perpanjang SKT FPI
YouTube
Habib Jafar Shodiq Alattas 

INTELEKTUAL Muda Nahdlatul Ulama (NU) Mohamad Guntur Romli memberikan komentar terkait penangkapan anggota Front Pembela Islam (FPI) Jafar Shodiq Alattas.

Jafar Shodiq ditangkap polisi karena menghina Wakil Presiden Maruf Amin dengan sebutan 'ustaz babi.'

"Saya apresiasi aparat kepolisian yang dengan cepat menangkap Jafar Shodiq untuk mengantisipasi gesekan di bawah."

DAFTAR 50 RUU Prolegnas Prioritas Tahun 2020, Berapa Kira-kira yang Bakal Jadi Undang-undang?

"Karena Shodiq memaki KH Maruf Amin yang merupakan ulama sepuh yang sangat dihormati jutaan pengikut dan kini menjadi Wakil Presiden," ujarnya ketika dihubungi Tribunnews, Jumat (6/12/2019).

Guntur Romli mengatakan, kasus Jakar Shodiq merupakan kesekian kalinya tokoh dan pengikut FPI terlibat dalam kasus kekerasan, penganiayaan, dan penyebaran kebencian.

Menurutnya, sudah sebuah keharusan bagi pemerintah untuk tidak memperpanjang Surat Keterangan Terdaftar (SKT) FPI.

Disebut Mahfud MD Tak Pernah Nyatakan Setia pada Pancasila, FPI Merasa Sangat Tidak Nyaman

Guntur Romli berujar, pemerintah perlu membubarkan FPI karena organisasi ini berisi tokoh dan pengikut yang identik dengan kekerasan dan pelanggaran hukum.

Sehingga, lanjut dia, pemerintah perlu mengambil tindakan tegas terhadap ceramah-ceramah keagamaan yang disalahgunakan, terutama untuk mengadu domba dan menyebar isu SARA.

"Sebut saja Imam Besarnya Rizieq Shihab yang pernah masuk penjara dua kali, juga Munarman, Novel Bamukmin, Bahar Smith, dan lain-lain."

Ini Video Habib Jafar Shodiq Alattas Hina Maruf Amin, Novel Bamukmin Anggap Kriminalisasi Ulama

"Pemerintah harus lebih tegas lagi menindak ceramah-ceramah keagamaan yang disalahgunakan untuk penyebaran kebencian, adu domba, penyebaran isu SARA dan fitnah," tegasnya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved