Berita Depok
Dapat Keluhan Waktu Terbuang, DPRD Usulkan Angkot Tak Lagi Masuk Terminal Depok
Para sopir angkot yang masuk Terminal Depok keluhkan lamanya waktu tunggu, ditambah lagi untuk membayar retribusi.
Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dian Anditya Mutiara
Dapat Keluhan Waktu Terbuang, DPRD Usulkan Angkot Tak Lagi Masuk Terminal
Dalam Rapat Paripurna yang membahas mengenai penyampaian lima Raperda Kota Depok, Supariyono anggota DPRD dari Fraksi PKS sempat menyatakan interupsinya.
Dalam salah satu Raperda, tertuang mengenai Perubahan atas Perda Nomor 9 Tahun 2012 tentang Retribusi Bidang Perhubungan.
Atas dasar tersebut, Supariyono menyampaikan sarannya kepada rapat paripurna.
• Bangunan Eks Kantor UPT Terminal Depok Dibongkar dengan Alat Berat
• Pedagang di Terminal Depok Bongkar Sendiri Lapaknya Sebelum Dibongkar Paksa Petugas
"Saya mendapat banyak keluhan warga soal angkot, terutama angkot 04 jurusan Pasar Minggu-Depok Timur," kata Supariyono dalan interupsinya di Rapat Paripurna beberapa waktu lalu.
Menurutnya, warga banyak mengeluh karena angkot tersebut jika dari arah Depok Timur menuju Pasar Minggu, diwajibkan masuk ke terminal Depok lebih dulu.
Atas dasar itulah, pria yang digadang-gadang jadi Bakal Calon Wali Kota Depok dari PKS ini merasa kewajiban itu akan membunuh waktu para penumpang.
"Masuk terminal itu memakan waktu 10 menit, misal saja angkot isi penuh, 12 penumpang, dikalikan 10 menit, ada 120 menit yang terbuang percuma," kata Supariyono.
Padahal, kata Supariyono, para angkot yang masuk ke terminal hanya diharuskan bayar Rp 500, hal ini dirasa Supariyono tak sebanding dengan waktu yang terbuang percuma.
"Sehingga dengan begitu, sudah seharusnya angkot tak lagi diwajibkan masuk ke terminal dulu, jadi bisa langsung jalan, waktu pun jadi enggak terbuang," tutur Supariyono.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/supariyono-anggota-dprd-kota-depok1.jpg)