Kriminalitas

Polisi Ungkap Motif Pengeroyokan Pemuda Duri Kosambi Hingga Tewas

Polisi Ungkap Motif Pengeroyokan Pemuda Duri Kosambi Hingga Tewas. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Polisi Ungkap Motif Pengeroyokan Pemuda Duri Kosambi Hingga Tewas
Istimewa
Ilustrasi pengeroyokan 

POLSEK Cengkareng Jakarta Barat mengungkap motif pengeroyokan pemuda Duri Kosambi Alfian Bagas alias Moncos hingga tewas di Duri Kosambi, Cengkareng.

Hal itu diungkapkan polisi saat gelar rekonstruksi Kamis (5/12/2019).

Kapolsek Cengkareng Komisaris Poliso Khoiri mengatakan keterangan kedelapan tersangka, Riki (DPO), Vijay (DPO), Iwan Salim (botak), Rudy Tjong, Wahyudin, Mulyanto alias Petrik, Budiman dan Hirwan, hingga kini masih didalami.

Baywalk Mal Dipasangi Stiker Penunggak Pajak Jatuh Tempo Menunggak Pajak yang Mencapai Rp 5,4 Miliar

"Tapi awal yang kita dapatkan boleh saya bilang ada salah sasaran, diduga sebagai informan kita. Tapi sejauh ini kami masih mendalami keterlibatan itu," kata Khoiri di tempat kejadian perkara (TKP).

Khoiri mengatakan ada 30 adegan diperagakan tersangka. Tujuannya untuk meyakinkan dan memperjelas gambaran kasus tersebut.

"Jadi tujuan rekonstruksi ini untuk meyakinkan, memperjelas penuntut umum bahwa kasus ini sudah tergambar kejadiannya. Jadi tidak ada yamg ditutupi," kata Khoiri.

Berbarengan Acara Apeksi, Pembukaan Festival Budaya Tangerang Disaksikan Sejumlah Kepala Daerah

Lokasi pertama ialah di sebuah warnet kawasan Duri Kosambi, korban Alfian Bagas (Moncos) dijemput oleh beberapa tersangka pengeroyokan.

Kemudian korban dibawa ke sebuah pintu masuk komplek mewah di kawasan Cengkareng. Di jalan komplek tersebut korban sempat diancam oleh beberapa tersangka yakni tersangka Iwan Salim (Botak) dan Wahyudin.

Saat di komplek mewah tersebut, korban sempat melarikan diri ke arah stasiun Rawa Buaya lewat pagar besi yang bolong. Sayangnya, korban sempat tertangkap oleh dua pelaku.

Ujian Susulan Bagi 21 Siswa siswi SMPN 20 yang Dirawat karena Hepatitis A Tanggal 9-14 Desember

Aksi pengeroyokan mulai terjadi di stasiun Rawa Buaya. Tersangka Wahyudin sempat meninju korban di dekat stasiun Rawa Buaya.

Kemudian korban dibawa menggunakan sepeda motor ke Jalan Lingkar Luar Barat, Duri Kosambi. Korban diturunkan di sebuah bangunan ruko kosong persis samping Hotel Couleur.

Disitulah korban mengalami kekerasan dan pengeroyokan yang dilakukan delapan tersangka.

Setelah dikeroyok, dua tokoh masyarakat sempat membantu korban. Korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng untuk mendapatkan pertolongan.

Namun nyawa korban tidak dapat tertolong sesampainya di rumah sakit.

Rekontruksi secara keseluruhan berlangsung hampir 1,5 jam di 4 lokasi. 

Bintang Atletico Madrid Antoine Griezmann Luncurkan Novel Kisah Hidupnya

Penulis: Desy Selviany
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved